TANGERANG, bantenhariini.id – Ruas Jalan Kali Pasir di pinggir Sungai Cisadane selalu macet saat sore hari. Pada jam pulang kantor, perlu waktu sekira 30 menit untuk melewati jalan dengan panjang sekitar 2 KM tersebut. Kondisi ini rupanya mendatangkan rejeki tersendiri bagi seniman Topeng Monyet.
Mulai Flying Deck hingga persimpangan Jalan Kisamaun, setidaknya ada 3 kelompok seniman yang berupaya menghibur pengendara yang melintas. Mereka mengaku datang dari kawasan Kalideres dan setiap hari ‘mangkal’ di sana. Pada jam biasa, mereka berkeliling pemukiman untuk menghibur anak-anak di sana. “Kadang ke Jembatan Berendeng atau di Car Free Day,” kata Irfan, seorang pawang Topeng Monyet.
Terlepas dari pro kontra aturan hukum Topeng Monyet, atraksi tersebut setidaknya mampu mengurangi kejenuhan pengendara. Tidak sedikit pengendara yang membukakan kaca jendela dan memberi uang kepada mereka. Saat matahari tenggelam, para seniman tersebut juga mulai meninggalkan lokasi. (Anda)




0 Comments