SERANG, bantenhariini.com – Seorang remaja di kawasan Cidadap, Desa Banjarsari, Kota Serang dipasung dengan alasan sering mengamuk. Subeki, 17, sudah 5 tahun terakhir dipasung setelah membuat keponakannya meninggal. Kedua kakinya dirantai dan diikatkan pada salah satu bagian rumah. “Sudah diiket setelah bapaknya meninggal, dia tidak sekolah karena nggak denger dan nggak ada biaya,” ungkap orang tua Subeki, Samsuri.
Samsuri menjelaskan, Subeki pernah mengalami kejang saat kecil. Setelah itu muncul keanehan pada diri Subeki jika sedang kumat, dia mengamuk. Samsuri bekerja sebagai pengrajin ikat rumbia dari bahan alang-alang rumput yang ditawarkan dengan harga Rp1.500 per ikat. “Anak saya ada sepuluh, yang lain normal kayak anak biasa,” kata Samsuri.
Sumiati, kakak Subeki mengaku belum mendapat perhatian dari pemerintah untuk mengobati penyakit adiknya. Padahal, lokasi Subeki dipasung hanya berjarak sekitar 3 Kilometer dari KP3B Provinsi Banten. (Anda)

0 Comments