TANGERANG, bantenhariini.com – Arah pintu keluar Tol Serpong kerap kali menjadi ajang pelanggaran berlalu lintas (lalin) bagi para pengguna motor dengan melawan arus dengan serampangan. Kondisi ini rupanya diikuti oleh kendaraan roda empat yang ikut-ikutan melawan arus kendaraan.
Meskipun sudah berulangkali ditindak oleh Kepolisian Polsek Kelapa Dua, tapi tetap saja masih banyak yang melanggar, khususnya saat pagi dan sore.
Menurut pengakuan warga, Fahmi (43), ini disebabkan oleh adanya ‘polisi cepe’ atau pengarah lalu lintas yang mengharap rupiah pada setiap kendaraan roda empat yang mau masuk atau melawan arah ke pintu keluar Tol Serpong ke arah Gading Serpong.
“Saya kalau ngga ada polisi cepe ngga berani, Mas, masuk ke jalur ini. Kalau ada baru berani, itu artinya ngga ada razia di bawah terowongan,” ucapnya.
Selain itu, Menurut Ridwan (27), banyaknya kendaraan yang melawan arus adalah karena macetnya lalu lintas di depan PT. Tifico tbk, serta banyaknya kendaraan putar balik membuat lalu lintas di tempat ini semakin sengkarut.
“Dari pada macet-macetan ke sana bisa sampe 30 menit Mas, jalan ke depan itu,” ujarnya yang mengemudikan sepeda motor yang hendak pulang ke arah Kelapa Dua, Tangerang. (Kurn)

0 Comments