Terumbu Karang di Perairan Banten Rusak Dihantam Tongkang


SERANG – Wilayah perairan Banten kembali tercemar dengan terdamparnya kapal tongkang bermuatan batubara di sekitar perairan Pulau Popole. Kapal tersebut menghancurkan konservasi terumbu karang yang menyebabkan keharmonisan biota laut di sekitar pulau tersebut terganggu.

“Dampak yg di timbulkan oleh larat/terdaparnya kapal tongkang tersebut ialah rusaknya kawasan konservasi terumbu karang di sekitar perairan Pulau Popole Kecamatan Labuan,Kab Pandegelang, Banten,” kata Galih Artaminata Kusuma, Ketua Lembaga Penjaga Pesisir dan Pulau-Pulau Banten (LP3B), Jumat (25/11/2022). 

Galih mengatakan, kapal tongkang tersebut mengangkut kurang lebih 11000 matrix ton batubara yang dibawa dari luar pulau jawa menuju PLTU 2 Labuan Banten.

“Tentunya ini merusak terumbu karang serta biota laut lainnya. Ini jelas telah melanggar Undang-Undang Nomor 27  tahun 2007 tentang perusakan terumbu karang,” paparnya.

Ia menjelaskan, terdamparnya kapal tongkang tersebut terjadi pada 17 November 2022, namun dampaknya masih terasa hingga kini.

Selain kerusakan terumbu karang, para nelayan juga kehilangan mata pecaharian dikarenakan akibat terdamparnya kapal tongkang tersebut.

“Terdamparnya tongkang batubara di wilayah terumbu karang menyebabkan para nelayan tradisional kesulitan untuk mencari ikan dan menangkap udang lobster ataupun hasil laut lainnya,” katanya.

“Dan pulau popole bukan hanya  sekedar wilayah konservasi terumbu karang, tetapi tempat berlindung para nelayan tradisional sewaktu cuaca buruk dan menjadi pondasi daratan dan laut menahan timbulnya abrasi,” tambahnya.

Oleh karenanya, Galih menimbau agar agar perusahaan PT. Pelayaran Camar Laut agar bertanggung jawab dengan dampak larat/terdamparnya tongkang dengan nama Camar Laut 3303.

“Kurang lebih 20 meter yang terdampak, perusahaan harus bertanggung jawab dengan merawat terumbu karang,” pungkasnya. []


0 Comments

Your email address will not be published.

Slot gacor terbaru Slot gacor hari ini Link slot gacor