TANGERANG, bantenhariini.id – Sejumlah tersangka aksi Terorisme di Indonesia dari Makasar dan Gorontalo di pindahkan ke Rumah Tahanan Cikeas, Bogor melalui Pesawat Lion Parcel ke Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (4/2).
Densus 88 Anti Teror memindahkan, 26 tersangka aksi terorisme yang terdiri dari 23 laki-laki dan 3 perempuan. Terdapat 7 orang dari Gorontalo, Sulawesi Selatan dan 19 orang dari Makasar. Golongan dari Gorontalo, dikenal dengan Kelompok Ikhwan Pawhato dari Jamaah Ansharut Daula (JAD) yang berafiliasi dengan Islamic State in Iraq and Syria (ISIS).
Karo Penmas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan, puluhan tersangka melakukan beberapa latihan. Mulai dari latihan memanah, melempar pisau, dan menembak dengan senapan angin. Selain itu, kelompok ini memiliki kemampuan merakit bom.
“Kelompok ini merencanakan aksi lain seperti penyerangan pada Mako Polri, rumah dinas anggota Polri, dan juga rumah pejabat di Gorontalo. Berencana akan melakukan aksi perampokan, pada beberapa tokoh yang ada di sekitar Gorontalo,” ujar Rusdi, saat konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta.
Ditambahkan Rusdi, pada tanggal 6-7 Januari, 19 orang kelompok Makasar yang terlibat di Front Pembela Islam (FPI) telah dilakukan penegakan hukum.
“Kelompok ini juga memiliki rencana rencana kegiatan yang akan mengganggu stabilitas Indonesia, karena kelompok ini memiliki niat bom bunuh diri,” terangnya. (Rina Mulya)

0 Comments