Tanpa Aksi Unjuk Rasa, Buruh Banten Memilih Hadiri Panggung Festival


SERANG, bantenhariini.com – May Day adalah sebuah peringatan Hari Buruh Internasional, yang jatuh setiap tanggal 1 Mei. May Day juga, merupakan satu peristiwa besar bersejarah, dan memori kolektif kaum buruh.

Dikarenakan dalam peringatan May Day tersebut, untuk mengenang sebuah tragedi yang pernah menimpa kaum buruh di Chicago pada tahun 1886.

Dimana ada sebuah Feristiva, polisi Chicago menembaki kaum buruh dengan brutal ketika mereka sedang menggelar aksi untuk menuntut jam kerja dan kesejahteraan.

Bahkan di Indonesia sendiri, May Day mulai diperingati pada tahun 1920, melalui UU Kerja No. 12 Tahun 1948, pada pasal 15 ayat 2, yang berbunyi “Pada hari 1 Mei buruh dibebaskan dari kewajiban kerja”. Tetapi pada jaman Orba, tepatnya setelah peristiwa 1965, May Day tidak pernah lagi diperingati, dan dianggap sebagai kegiatan politik yang subversif dan berideologi komunis. Pasca runtuhnya Soeharto pada 1998, buruh kembali diperbolehkan lagi untuk memperingati May Day.

Hal itu pun, kembali terjadi di Banten. Dalam peringatan Hari Buruh ataupun biasa dikenal dengan sebutan May Day, tidak mencerminan sosok seorang buruh yang membutuhkan kesejahteraan. Apakah memang buruh di Banten sudah pada sejahtera?  Atau mungkin tergiur dengan gelaran Festival panggung doprize yang diselenggarakan oleh Pemerintah setiap Kabupaten dan Kota di Banten.

Kapolresta Serang Kota, AKBP Firman Afandi membenarkan, bahwa gelarang panggung Festival untuk mengalihkan para buruh dalam melakukan unjuk rasa di Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B).

“Makannya pada hari ini, semua buruh di Kota Serang, dan Kota Cilegon di kumpulkan disini. Karena banyak hadiah menarik (door prize, Red). Bahkan juga ada senam bersama,” ungkap AKBP Firman seusai Festival panggung buruh, di Alun-alun Kota Serang, Rabu (1/5/2019).

AKBP Firman juga menjelaskan, bahwa Buruh di Kota Serang, Kota Tangerang dan Kota Cilegon pun menyatakan batal untuk melakukan aksi unjuk rasa. “Mereka semua sudah mengkonfirmasi kita, dan lebih menghadiri gelaran panggung festival,” jelasnya.

Sementara itu, Walikota Serang, Syafrudin mengaku, bersyukur tidak ada aksi dalam peringatan Hari Buruh internasional. “Alhamdulillah tidak ada demo. Kita pun telah menyediakan bazar murah, senam bersama dan berbagai hadiah menarik lainnya,” tandasnya.

Seperti diketahui, untuk Pemerintah Kabupaten Serang dan Pemerintah Provinsi Banten menggelar Festival panggung buruh, di Hotel Mambruk Anyer, dengan tema Pemerintah Provinsi Banten jadikan Hari Buruh atau May Day 2019 sebagai moment bangkitkan wisata pantai Banten. (FEB)

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *