SERANG, bantenhariini.com – Kegiatan Anyer Krakatau Culture, Minggu, (20/8) menghadirkan 24 stand dari kecamatan di Kabupaten Serang. Stan tersebut berisi karya kerajinan atau makanan khas yang berasal dari masing – masing Kecamatan. Acara ini berlangsung selama 3 hari dari tanggal 18 Agustus 2017 sampai tanggal 20 Agustus 2017.
Sayangnya pada hari terakhir acara tanggal 20 Agustus, banyak stan kosong yang diisi peserta pameran dan sepi pengunjung. Pantauan bantenhariini.com, hal tersebut dikarenakan sudah mulai sedikitnya pengunjung yang berminat. Mereka lebih memilih menonton band Armada yang tampil pada akhir acara dari Anyer Krakatau Culture Festival.
Sekretaris Unit Pengelola Kegiatan Kecamatan Ciomas Eha Sulaiha mengapresiasi diadakannya acara Anyer Krakatau Culture Expo ini. “Acara seperti ini bagus ya, buat ajang silaturahmi antar kecamatan, yang paling penting bisa kasih lihat potensi yang dimiliki masyarakat di setiap kecamatan,” ujar Eha saat ditemui bantenhariini.com.
Eha berharap agar acara pengenalan potensi seperti ini sering diselenggarakan, agar pihak pemerintah bisa membantu mengembangkan potensi yang sudah dimiliki setiap masyarakatnya. Stan Kecamatan Ciomas menjual hasil kerajinan dari kertas koran bekas yang dibentuk menjadi berbagai ikon di Banten seperti menara Banten dan Badak Banten. Kecamatan Ciomas juga menjual kerajinan dari plastik bekas yang disulap menjadi tas cantik, serta makanan khas Kecamatan Ciomas yaitu pepes daun talas dan keripik ikan.
Sementara itu, Sekertaris Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Serang Dedi Alif Rohidi mengungkapkan kebanggaan atas hasil karya yang dibuat oleh masing – masing kecamatan. “Sangat luar biasa sekali berbagai macam kratifitas yang ditonjolkan dari masing masing stan yang ada, khususnya di stand kecamatan,” ungkap Dedi.
Dedi menambahkan, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Serang akan terus memantau hampir 29 kecamatan yang ada di Kabupaten Serang untuk dapat membantu mengembangkan potensi yang ada. “Upaya yang dilakukan selanjutnya adalah melakukan pembinaan dan pelatihan yang diselenggarakan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan,” kata Dedi. Menurutnya, ada sekitar 1000 UKM yang sudah mengikuti kegiatan pelatihan sampai saat ini. (Pewe/Anda)

0 Comments