JAKARTA, Bantenhariini – Menjelang momen libur akhir natal dan tahun baru, Menteri Keuangan, Sri Mulyani indrawati merasa was-was kasus Covid-19 kembali meningkat. Sebab, peningkatan kasus Covid-19 berdampak pada kinerja perekonomian dan daya beli masyarakat.
“Mendekati masa liburan Natal dan tahun baru kita perlu hati-hati karena kenaikan kasus ini menimbulkan side back dari perekonomian,” kata Sri Mulyani dalam acara CEO Networking, Jakarta, Selasa (16/11/2021).
Sri Mulyani menyebut, saat ini beberapa negara di Eropa tengah mengalami peningkatan kasus harian yang signifikan. Padahal negara-negara tersebut telah memiliki tingkat vaksinasi yang tinggi, seperti Inggris, Rusia, Spanyol, Prancis, Belgia, Jerman, Italia hingga Amerika Serikat.
Bahkan Sri Mulyani mengatakan kasus harian di Italian mengingat pasca diselenggarakannya Presidensi G20 beberapa waktu lalu. “Italia juga mengalami kenaikan kasus setelah terselenggaranya G20,” kata Sri Mulyani.
Secara keseluruhan, ada sekitar 4,2 juta orang Indonesia yang terkena Covid-19, dengan total kesembuhan mencapai 4,09 juta. Pandemi telah memakan korban sekitar 143.000 warga dan 2.037 tenaga kesehatan. “Poin saya mengatakan hari ini kita baik namun tidak berarti kita terlena,” tutur Sri Mulyani.
Bendahara negara ini menjelaskan tingginya kasus Covid-19 tidak hanya berdampak pada masalah kesehatan masyarakat. Melainkan juga berdampak pada perekonomian nasional.
Untuk itu, kata Sri Mulyani, para menteri dan Presiden Joko Widodo terus memantau perkembangan pandemi Covid-19 setiap minggu. Akselerasi vaksinasi juga terus dipantau dengan target 70 persen penduduk Indonesia telah mendapatkan vaksinasi. “Pemerintah tetap jaga kondisi saat ini dan tiap minggu kita rapat buat ini,” tandasnya. (red)

0 Comments