TANGERANG, bantenhariini.com – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Tangerang mengajak guru SMA dan SMK swasta di Kota Tangerang untuk sama-sama berjuang mengajukan insentif ke Pemerintah Provinsi Banten. “Tadi sudah sama-sama bahas. Tidak ada celah untuk mengakali insentif itu dibayarkan setelah regulasi pengalikjan kewenangan pindah ke provinsi dan diterbitkannya perwal baru,” ungkap Ketua PGRI Kota Tangerang Jamaluddin usai menghadiri audiensi dengan peserta aksi demonstrasi dari PGSRI, di ruang Ekbang Kesra, Puspemkot Tangerang, Senin (11/9/2017).
Jamal menjelaskan, terhitung sejak 2 Oktober 2016 Dinas Pendidikan Kota Tangerang sudah harus melaksanakan Undang-undang No 23 tahun 2014. PGRI juga ikut berjuang dalam meningkatkan kesejahteraan guru, khususnya guru honorer di Kota Tangerang. “Kita tahu bahwa semenjak dulu belum ada insentif, kita perjuangkan, bahkan saat sudah ada insentif kita usulkan untuk naik,” ujarnya.
PGRI menurut Jamal, juga akan mengirim surat permohonan kepada Gubernur Banten yang telah memegang pengelolaan SMA/SMK untuk ikut memperhatikan insentif guru honorer tersebut. “Kewenangannya ada di Provinsi, maka PGRI Kota Tangerang akan mengirim permohonan kepada pak Gubernur agar tahun ini bisa dianggarkan karena saat ini sedang menyusun anggaran Perubahan,” kata Jamal yang juga menjabat sebagai Kabid SMP Dinas Pendidikan Kota Tangerang tersebut.
Jamal berharap para guru honorer dari PGSRI ikut bersama-sama mengajukan hal tersebut kepada Provinsi. “Mari sama-sama kita ajukan ke Pemprov, agar kesejahteraan guru SMA/SMK yang sejak diambil alih oleh Provinsi menjadi tidak baik, bisa kembali seperti masih di pegang Pemkot, bahkan kalau bisa lebih baik,” ungkapnya. (Anda)

0 Comments