Sepi Pemudik, Omzet Pedagang Asongan di Merak Menurun


CILEGON, bantenhariini.com – Arus mudik di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon terbilang lancar atau bisa disebut sepi pemudik. Hal tersebut mengakibatkan omzet pedagang asongan menjadi menurun drastis, padahal telah memasukin H-3, Minggu (2/6) dini hari.

“Biasanya dalam sehari sudah bisa menjual dua puluh gelas kopi kepada para pemudik. Tapi tahun ini mah, bisa menjual lima gelas kopi saja sudah bersyukur,” ungkap Sri Mulyani salah seorang pedagang kopi yang di temui di Dermaga 3, Pelabuhan Merak, Kota Cilegon.

Sri Mulyani wanita yang berusia 50 tahun, mengakui memang tahun 2019 hanya mampu mengantongi sebersar Rp 30 ribu dalam sehari. Sedangkan tahun 2018, dirinya mengaku bisa mendapatkan Rp 200 ribu dalam semalam.

“Sekarang mah sepi pemudik, jadinya orang nggak ada yang turun dari mobil. Sedangkan dulu macet total, sehingga banyak pembeli,” keluh wanita tua yang sudah 10 tahun berjualan di Pelabuhan Merak tersebut.

Hal itupun tidak hanya dialami oleh Sri Mulyani. Pedagang Asongan lainnya, Aca Septiasah juga mengakui, sepinya pemudik di 2019. “Biasaya sehari bisa jual sebanyak 40 dus (pop mie,red), dan 50 botol air mineral. Sekarang mah bisa jual 10 dus dan 20 botol air mineral saja sudah bersyukur,” kata pedagagan asongan saat di temui di Dermaga 7, Pelabuhan Merak.

Acah juga menjelaskan, omzetnya  menurun dari Rp 1,5 juta, dan hanya bisa mengantongi sebesar Rp 750 ribu dalam sehari. “Ya bagaimana lagi, namannya juga arus mudik. Kadang ramai kadang sepi,” ujar Acah.

Sementara pantauan di lokasi dari setiap Dermaga yang ada di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon masih terpantau sepi. Mulai dari Dermaga 1,2,3,4,5 dan 7 hingga Dermaga Eksekutif masihlah renggang. (FEB)

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *