Ricky Kusmayadi Berpeluang Dampingi Petahana Arief R Wismansyah


TANGERANG, bantenhariini.com – Beberapa nama bakal calon wakil walikota telah masuk dalam tahap pembahasan ke tingkat yang lebih serius. Terakhir, Arief R Wismansyah melakukan komunikasi secara intens dengan Pejabat Promosi Investasi Kantor Perwakilan BKPM (IIPC) di Singapura, Ricky Kusmayadi. Masuknya kalangan profesional dalam radar calon pendamping tidak dibantah Arief.

Apalagi, Arief memiliki visi untuk meningkatkan iklim investasi di kota seribu industri dan sejuta jasa tersebut.  “Iya memang sudah ada obrolan dengan beliau. Komunikasi dengan semua pihak memang terus kita lakukan saat ini. Termasuk dengan kalangan profesional tersebut. Karena harus memiliki kesamaan visi dan misi dalam pembangunan ke depannya,” ujar Arief R Wismansyah ditemui usai acara DPC PPP.

Namun demikian, Arief belum mau memberikan keterangan lebih lanjut dari hasil komunikasi tersebut. Hasil dari komunikasi itu telah diserahkan kepada tim pemenangan untuk kemudian dilakukan pemetaan sesuai dengan indikator yang diinginkan.

Arief menuturkan, Ricky memiliki pengalaman selama tujuh tahun di bidang penanaman modal, termasuk dalam pemasaran skala global. Tak hanya itu, Ricky yang merupakan lulusan Universitas Diponegoro pun memiliki niat untuk bertanggung jawab dalam amanah yang diembannya.  “Kita tunggu saja hasil terbaiknya. Karena ini semua untuk Kota Tangerang lebih baik. Semua akan indah pada waktunya,” tegasnya.

Ketua tim pemenangan Arief R Wismansyah, Asep Ferry Bastian membenarkan komunikasi yang dilakukan Arief dengan Ricky. Hal ini sebagai bagian dari proses seleksi yang kini terus dilakukan secara intens. Dari hasil komunikasi itu, tim pemenangan akan melakukan review sesuai dengan visi misi petahana. Pertemuan itu pun terjadi dari adanya komunikasi yang terjadi. “Komunikasi dua arah yang memunculkan pertemuan ini. Makanya kita lakukan pembahasan,” tegasnya.

Sementara itu, Akademisi dari FISIP Unis, Hilman memprediksi, pilihan kandidat wakil dinilai akan menjadi fenomena yang cukup menarik untuk dinantikan masyarakat. Terlebih ketika yang akan tampil saling berhadapan adalah Arief dan Sachrudin. “Memang hari ini belum ada figur sentral di luar Arief dan Sachrudin, beberapa tokoh yang muncul belakangan hanya spontan, sehingga perlu ada resolusi yang lebih konkret. Nah, kalau memang pecah kongsi, otomatis siapa pendampingnya akan sangat menentukan, sebab wakil akan ikut mendongkrak perolehan,” ujarnya.

Disinggung soal latar belakang pasangan, menurut Hilman untuk Arief, bicara birokrasi sejatinya sudah selesai. “Sudah 10 tahun di pemerintahan Kota Tangerang, nah Pak Arief itu harusnya bisa mengambil dari luar itu. Bisa saja profesional. Tapi kalau pasangan lain itu memang harus birokrat, karena memang tidak pernah memimpin secara utuh sebagai walikota,” katanya. (Anda)

 

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *