SERANG, bantenhariini.id – Sabtu, 1 Agustus 2020 beberapa perupa dan seniman di Kota Serang, Kota Kecil Ibu Kota Provinsi Banten berkerumun. Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan mereka tampak mengitari beberapa sudut ruangan yang sudah di atur oleh sang tuan rumah, pasangan suami istri Destian Andriyanto dan Putri Wartawati.
Ruangan Kecil di Jalan Raya Taktakan itu riuh karena hari itu Destian dan Putri sedang meluncurkan secara simbolis Bimasena Artspace. “Ini tempat kawan-kawan seniman berkarya dan berkreasi juga bisa menampilkan karyanya,” kata Putri, Sang Penari yang sudah melanglang ke berbagai negara.
Putri memang adalah salah satu yang terus “ngebet” untuk mewujudkan cita-cita keduanya. Maklum Putri Dan Destian adalah pasangan suamis istri yang dipertemukan oleh seni. “Kami menikah karena memiliki latar belakang dan kecintaan yang sama terhadap seni,” ungkap Destian saat dialog di Studio Sultantv, Senin (03/8).
Destian mengaku Artspace yang didirikan bersama istrinya adalah keinginan sejak 2015 saat ia menyaksikan pertunjukan sebuah teater. “Saat itu kami kagum dengan tokoh Bimasena yang juga saya dedikasikan kepada anak pertama saya,” ungkap Destian yang menggeluti dunia visual dan foto.
Berbekal keahlian yang berbeda itu, Penari dan Fotografer, Destian dan Putri akhirnya sering berkolaborasi dalam berkarya. “Saya yang menarinya, Untuk Visualnya saya serahkan kepada suami saya,” kata Putri lagi diamini Destian.
Putri mengaku dalam melakukan kolaborasi dengan suamianya gampang-gampang susah. “Dengan suami kita bisa mewujudkan karya dimana saja. termasuk di rumah,” ungkap Putri.
Putri yang pernah performa di Jepang dan Nepal ini menambahkan, kolaborasi yang membanggakan adalah ketika karya bersama suaminya masuk Galeri Nasional . “Ada Program Tari Visual. Aku yang menari, suamiku yang visualnya, alhamdulillah lolos kurasi dan kami siap performance di Galnas Agustus ini,” ungkap Putri yang juga seorang putri jurnalis ini.
Kepada para seniman, Pasangan seniman ini berharap bisa menjadi BimaSena ArtSpace untuk tempat berkesenian. “Harapannya bisa mewarnai seni di Banten, Indonesia bahkan internasional,” ungkap Endes sapaan akrab Destian. []

0 Comments