CILEGON, bantenharini.com – Keberadaan puluhan Pondok Pesantren (Ponpes) di Kota Cilegon belum mendapatkan perhatian yang serius dari Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon oleh karena itu salah satu anggota Presidiun Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kota Cilegon Muktillah mengaku akan terus mendorong Pemkot Cilegon agar dapat memberikan bantuan kepada pihak Pondok Pesantren yang ada di Kota Cilegon.
Menurutnya keberadaan pesantren di Kota Cilegon sudah cukup baik membantu pemerintah dalam membangun Kota Cilegon. Maka dari itu dirinya akan terus mengingatkan dan memohon kepada pemerintah Daerah agar dapat memberikan bantuan untuk para santri yang ada di Kota Cilegon. “Keberadaan pesantren di Cilegon sangat memberikan dampak yang baik untuk kemajuan Kota Cilegon, maka kami dari FSPP akan terus mendorong Pemda Kota Cilegon agar dapat memberikam bantuan terhadap Ponpes di Cilegon,”kata Muktillah saat ditemui usai menghadiri Peringatan Hari Santri tingkat Kota Cilegon yang digelar dihalaman Pemkot Cilegon, Senin, (22/10/2018).
Muktillah mengungkapkan bahwa, saat ini jumblah pondok pesantren yang ada di Kota Cilegon yang sudah masuk dalam datanase sebanyak 43 Pondok pesantren dengan jumblah santri kurang lebih sekitar 1700 santri. “Saat ini di Cilegon terdapat sekitar 43 Ponpe dengan jumblah santri kurang lebih sekitar 1700 santri,” ujarnya.
Ia menyampaikan bahwa, di Kota Cilegon tidak ada perbedaan antara Pondok pesantren Modern dan Pondok Pesantren Salafi, karena semuanya sama pada intinya memberikan pelajaran Agama agar lebih baik lagi. “Kalo soal pesantren Salafi dengan pesantren Modern itu sama saja, itu hanya penyebutan saja tidak ada Dikotomi,” ucapnya.
Mukhtillah menambahkan bahwa saat ini di Kota Cilegon terdapat Pondok Pesantren Kombinasi, dimana pelajaran yang diterapkan dalam Ponpes tersebut terdapat dua pelajaran yaitu pelajaran Agama dan pelajaran Formal. Dimana pesantren Kombinasi itu selain mengadakan lembaga pesantrennya namun juga ada lembaga Formalnya (Madrasa). “Bahkan sekarang ini, di Kota Cilegon terdapat Ponpes Kombinasi dimana selain ada Lembaga pesantrennya namun ada juga Lembaga Formalnya,”tandas Muktillah.
Sementara itu, ditempat yang sama, Kepala Badan Perencanan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cilegon Ratu Ati Mariati mengaku kedepan berencana akan menganggarkan bantuan untuk para santri yang ada di Kota Cilegon.
Meski demikian, lanjut Ati, pihaknya akan melihat terlebih dahulu soal peraturan yang ada di Pemkot Cilegon. apakah mendukung untuk Pembangunan Kota Cilegon agar lebih baik atau tidak. “Kita akan cek Rencananya kedepan akan kita usulkan soal itu, namun akan kita liat dulu peraturan yang ada di Kota Cilegon,” kata Ati.
Ati menyampaikan bahwa, pada prinsipnya dirinya sebagai Kepala Bappeda Kota Cilegon sangat mengapresiasi dan akan terus mendukung untuk membangun Kota Cilegon agar lebih baik lagi. “Pada prinsipnya saya selaku kepala Bappeda Kota Cilegon sangat mengapresiasi dan akan terus mendukung agar Kota Cilegon agar lebih baik lagi,” jelasnya.
Menurutnya, Para Santri di Indonesia sudah cukup berbuat banyak dalam kemerdekaan Indonesia dan juga Santri dan Para Alim Ulama sampai sejauh ini sudah cukup baik dalam membantu pemerintah Kota Cilegon agar lebih baik lagi. “Keberadaan para santri di Kota Cilegon sudah cukup baik dalam kemerdekaan Indonesia, terutama dan membantu dalam membangun Kota Cilegon lebih baik,”pungkasnya. (Rohman)

0 Comments