Persempit Ruang Koruptor, KPK Buat Gerakan Masyarakat Anti Korupsi


SERANG, bantenhariini.com – Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Banten bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan Indonesia Corruption Watch (ICW) serta Banten Bersih menggelar diskusi dengan tema ‘Peran masyarakat sipil dalam pemberantasan korupsi’, di Cafe House Of Salbai, Kamis (30/8).

Pada kesempatan itu pun, diskusi dihadirin oleh tiga narasumber yakni, Direktur Pelayanan Masyarakat (Dikyanmas) KPK, Ardinsyah Putra, Koordinator Banten Bersih, Gufroni dan Koordinator ICW Adnan Topan Husodo.

Dikyanmas KPK, Ardiansyah mengatakan, bahwa pada sekarang peran serta masyarakat penting untuk dilibatkan dalam melakukan pemberantasan korupsi, sehingga dapat mempersempit ruang gerak para koruptor untuk bermain.

“Jadi kita sedang berusaha untuk membuat masyarakat Banten sadar akan korupsi, makanya kita bentuk divisi komunitas masyarakat Banten sipil bersatu. Karena melalui komunitas ini kita bisa menyebarkan gerakan-gerakan anti korupsi ke tingkat seluruh elemen masyarakat,” kata Ardiansyah.

Lanjut Ardiansyah, melalui gerakan kampanye ini juga tentu KPK berpikir bagaimana gerakan ini bisa menyentuh ke masyarakat, dengan menyuarakan gerakan anti korupsi melalui komunitas komunitas. Kendati begitu, sambungnya, KPK juga sempat maping bersama ICW di Riau, Aceh, Banten, Sumatra Utara dan Papua Barat dan ditemukan banyak komuntias yang fiksi.

“Ini menjadi temuan yang menarik, karena setelah kita lakukan ada berapa komunitas yang fiktif dengan logo KPK. Jadi pada sekarang, komunitas yang benar-benar tergabung dalam KPK bisa diitung dengan jari. Makanya melalui kolaborasi seperti ini gerakan pencegahan korupsi bisa dihentikan,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Koordinator Banten Bersih, Gufroni menambahkan, saat ini Provinsi Banten kasus korupsi selama 4 tahun semakin tinggi jumlah nya ada 112 tersangka dan ini angka kasus paling besar.

“Korupsi hari ini tidak hanya ditingkat elit ini sudah menjalar ke tingkat desa dengan adanya dana desa banyak pekerjaan yang dikerjakan tidak transparan,” kata Gufroni.

Maka itu, kata Gufroni, jaringan komunitas dan masyarakat harus menjadikan korupsi musuh bersama dengan ini peran masyarakat yang harus terus digalakan.

“Pentingnya masyarakat untuk ikut andil dalam memberantas korupsi sekarang terlihat mati suri karena tidak sedikirt masyarakat yang cari aman. Maka itu perlu adanya peningkatan dengan bersama sama dengan komunitas untuk menggalakan suara anti korupsi,” tegasnya.

Sementara itu Koordinator ICW Adnan Topan Husodo mengatakan peran masyarakat sipil sangat penting untuk menekan ruang gerak para koruptor. Sebab saat ini para pejabat pemerintah di daerah sudah banyak yang menerapkan dinasti dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Jadi kita harus optimis dan aktif melakukan gerakan anti korupsi. Jadi jika ingin pemerintah ingin bersih dari korupsi, kelompok masyarakat sipil harus proaktif mengupayakan berbagai hal untuk menekan ruang gerak oknum koruptor di pemerintahan kita,” tegasnya. (FEB).

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *