TANGERANG, bantenhariini.com – Keberadaan perpustakaan kecamatan di Kota Tangerang diakui kurang maksimal dalam menerapkan fungsinya. Akibatnya pengunjung yang minim dan tidak buka setiap saat.
Gedung perpustakaan juga digabung dengan pelayanan umum lain. Seperti menyatu dengan ruangan pegawai Satpol PP dan anggota PKK kecamatan setempat.
Kabid Perpustakaan pada Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang Zaelani mengatakan, bahwa keberadaan perpustakaan di kecamatan untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Perpustakaan kecamatan memang kepanjangan tangan dari DPAD. “Pengelolaannya langsung dilakukan oleh kecamatan masing-masing,” katanya, Kamis (14/9/2017).
Zaelani tidak menampik pengelolaan perpustakaan kecamatan kurang maksimal. Itu karena letak gedungnya kurang strategis, ruangannya digabung dengan pelayanan umum lain. Selain itu pemberian honor yang minim kepada pengelola dan juga camat setempat kurang kontrol. Sekitar 50 persen perpustakaan kecamatan kurang maksimal.
Menurutnya, keberadaan program Tangerang Cerdas yang digulirkan Pemerintah Kota Tangerang harus mendapat dukungan lewat keberadaan perpustakaan di setiap kecamatan. Seperti melakukan terobosan-terobosan supaya pembacanya meningkat. Sehingga masyarakat juga bertambah cerdas.
Berdasarkan catatan DPAD Kota Tangerang jumlah koleksi buku perpustakaan yang dimiliki DPAD kurang lebih 60 ribu eksemplar. Itu terdiri dari buku-buku ilmu pengetahuan umum hingga komik. Sementara jumlah kunjungan masyarakat ke setiap perpustakaan di Kota Tangerang setiap harinya mencapi 300 orang. Koleksi buku dan jumlah kunjungan setiap hari itu sudah termasuk yang ada di perpustakaan kecamatan. (Setia)
Editor: Wayang

0 Comments