Perjuangan Yohana untuk Kesejahteraan Tuna Rungu di Banten


http://www.bantenhariini.id/wp-content/uploads/aep/2018/04/WhatsApp-Image-2018-04-28-at-1.34.14-PM.jpg

http://www.bantenhariini.id/wp-content/uploads/aep/2018/04/WhatsApp-Image-2018-04-28-at-1.34.14-PM.jpgSERANG, bantenhariini.com – Yohana Runturambi, wanita penyandang tuna rungu yang memperjuangkan kesejahteraan Tuna Rungu lainnya di Banten.

Wanita kelahiran, Jakarta, 20 Oktober 1981 ini mengaku, memperjuangkan nasib Tuna Rungu di Banten, karena ingin menghilangkan diskriminasi pada disabilitas Tuna Rungu maupun Tuli yang selalu mendapatkan prilaku tidak baik oleh masyarakat Banten.

Karena itu, Yohana bergabung dengan Gerakan Kesehjateraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) di tahun 2000, sebagai bendahara DPC Gerkatin
Jakarta Pusat selama 2 tahun. Setelah itu, dirinya melanjutkan karirnya di daerah Banten dengan menjadi Bendahara di DPC Gerkatin Kota Tanggerang pada tahun 2007-2009.

Kemudian wanita yang berusia 37 tahun itu, mengungkapkan, melalui organisasi Gerkatin, dirinya akan melindungi para Tuna Rungu di Banten dengan melakukan advokasi sebagai perjuangan hak dan pencapaian kesejahteraan Tuna Rungu pada pemerintah daerah dalam bidang kesehatan.

“Agar bisa memperingankan biaya berobat disabilitas Tuna Rungu maupun Tuli. Sehingga bisa mendapatkan kartu BPJS,” ungkap Yohana, Sabtu(28/4/2018).

Setelah itu, karir Yohan pun melonjak pesat dengan menjadi Wakil Bendahara, DPD Gerkatin Provinsi Banten tahun 2013 – 2014. Hingga terpilih menjadi
Ketua DPD Gerkatin Provinsi Banten Periode 1 tahun 2014 – 2018, dan tetap menjadi Ketua DPD Gerkatin Provinsi Banten tahun 2018 – 2023. (Feb/Setia)

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *