SERANG, bantenhariini.com – Rencana pembangunan Masjid di Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Alun-alun Barat Kota Serang, menuai kritikan dari beragam elemen masyarakat.
Mulai dari mahasiswa hingga komunitas yang mempertanyakan keputusan Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mengenai pembangunan masjid di Alun-alun Kota Serang.
Anggota Liga Mahasiswa Muslim (LMM) Kota Serang, Diebaj Ghuroofie menilai pembangunan Masjid di Alun-alun Kota Serang sebagai ajang pencitraan. Karena rencana pembangunan ini lebih terkesan mencoba untuk menutupi kinerja Pemkot Serang yang dinilai tidak sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Ini kan aneh, program puluhan miliar tapi tidak menyumbang prestasi kepada capaian kinerja, karena saya kira tidak rencana dalam RPJMD. Atau mungkin tak dilaksanakan pada periode ini,” ungkapnya, Senin(17/9).
Sementara itu, Sekretaris Motor Literasi merasa proses pembangunan Masjid di Alun-alun tidak melalui sistematika yang sewajarnya. Yaitu, melalui tahapan kajian yang telah diatur.
“Saya mencium ketidakberesan di persoalan rencana pembangunan Masjid di alun-alun kota Serang,” jelasnnya.
Bahkan, kata Apin, hal ini pun menjadi aneh, ketika Walikota Serang periode 2017 – 2022 sudah terpilih, dan Walikota Serang dua periode 2007 – 2017 tiba-tiba melakukan peletakkan batu pertama. Dengan membangunan Masjid tanpa kelengkapan studi kelayakan dan DED (Detail Engineering Design). Bahkan lokasi Masjid Agung Kota Serang tidak sesuai dengan Detail Tata Ruang (RDTR) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
“Jadi bayangkan kerugian sumber daya manusia kita di masa depan, jika ruang terbuka hijau atau ruang publik itu dikuasai satu identitas saja. Kebahagiaan keluarga kita yang datang ke alun-alun Kota Serang untuk rekreasi akan terampas,” katanyanya.
Untuk memperkuat penolakan tersebut dibentuk Forum Peduli Kota Serang. Lembaga ini diisi oleh beragam komunitas. Seperti, Ikatan Arsitek Indonesia Provinsi Banten, Bantenologi, Banten Creative Community, Rumah Dunia, Motor Literasi Banten, Paduraksa, Hip Hop Serang, Angkatan Muda Perubahan, Badak Banten Nusantara, The HUD Institute, Relawan FBn, Forum Seniman Banten, Forum TBM Provinsi Banten dan LSM Dinamika Rakyat Provinsi Banten. (FEB)

0 Comments