Pengulasan Golok Ciomas 2025, Warisan Sakral yang Terus Dilestarikan


SERANG, Bantenhariini.id – Golok Ciomas, pusaka legendaris asal Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, hingga kini tetap menjadi bagian penting dari budaya Banten. Pada Rabu, 27 Agustus 2025 atau 3 Rabiulawal 1447 H, proses pembuatan golok tradisional ini kembali mendapat perhatian luas, karena tidak hanya sarat nilai sejarah, tetapi juga menjadi simbol kearifan lokal yang terus dijaga kelestariannya.

Golok Ciomas dikenal bukan sekadar senjata tajam, melainkan pusaka sakral yang diyakini memiliki kekuatan spiritual. Proses pembuatannya masih dilakukan secara tradisional oleh para empu atau pandai besi yang mewarisi ilmu turun-temurun dari leluhur yang dilakukan pada bulan mulud.

Dalam prosesnya, Abah Duhari terlebih dahulu memilih bahan besi dan baja berkualitas, yang kemudian ditempa dengan teknik khusus. Proses tempa dilakukan dengan penuh konsentrasi, diiringi doa-doa tertentu agar hasilnya memiliki kekuatan fisik sekaligus spiritual. Setelah ditempa, bilah golok diasah hingga tajam, lalu dipoles dengan hati-hati.

“Golok Ciomas bukan sekadar hasil karya, tapi juga memiliki makna spiritual. Ada doa, ada laku, dan ada tata cara yang harus dijaga. Karena itu setiap golok yang lahir bukan hanya benda, melainkan pusaka,” ujar Abah Duhari pewaris Godam Denok.

Keunikan lain dari pembuatan Golok Ciomas adalah penggunaan kayu pilihan untuk gagang (handle) dan sarungnya. Kayu yang digunakan umumnya berasal dari pohon yang dianggap memiliki energi alami, sehingga menambah kesakralan pusaka. Setiap ukiran dan detail pada gagang juga dibuat dengan simbol tertentu yang mencerminkan filosofi keberanian, kekuatan, dan perlindungan.

Hingga kini, hanya segelintir empu yang masih mempertahankan tradisi pembuatan Golok Ciomas. Jumlahnya semakin sedikit, seiring perkembangan zaman dan masuknya teknologi modern. Karena itu, masyarakat dan pemerintah daerah mendorong agar proses pembuatan golok ini tetap dilestarikan sebagai warisan budaya tak benda Banten.

“Pelestarian Golok Ciomas bukan hanya menjaga benda pusaka, tapi juga menjaga identitas masyarakat Ciomas dan Banten. Golok ini adalah simbol keberanian, kesetiaan, dan persatuan,” ungkap H Bahroji Ketua Padepokan Godam Denok.

Dengan berbagai upaya pelestarian, Golok Ciomas diharapkan tidak hanya dikenal sebagai senjata tradisional, tetapi juga sebagai warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, spiritual, dan filosofi mendalam bagi masyarakat Banten dan Indonesia.

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *