TANGERANG, bantenhariini.com – Pengelola perpustakaan kecamatan di Kota Tangerang tidak mendapat honor. Bahkan yang menjadi pengelola di antaranya office boy di kantor kecematan setempat.
Perpustakaan di Kecamatan Ciledug dikelola Staf Bagian Umum Rusli dan seorang office boy (OB) Jejen. Mereka mengurus perpustakaan statusnya dengan gaji sebagai staf kecamatan dan yang office boy lantaran bekerja sebagai office boy.
Bagi Rusli, bekerjanya kurang maksimal di perpustakan. Karena bila sedang sibuk harus fokus di pelayanan kantor kecamatan. Akibatnya sampai sekarang belum mengetahui berapa jumlah koleksi buku yang ada dan kunjungan masyarakat setiap harinya.
Sedangkan Jejen cukup mengetahui keberadaan perpustakaan. Namun secara detil juga kurang tahu. Itu karena jarang mendapat pengarahan soal perpustakaan dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang.
Kendati minim mendapat arahan, Jejen mengetahui setiap harinya pengunjung. Menurutnya, setiap hari rata-rata ada 2 pengunjung. Tapi kadang-kadang juga banyak. Seperti pengunjung dari anak sekolah dan mahasiswa yang ingin mencari bahan referensi.
Namun pria yang sudah menjadi OB sekira tiga tahunan ini kerap kesal bila ruang perpustakaan kotor karena habis dimanfaatkan.
Misalnya ada bekas rokok atau makanan di atas mejanya. Ia menuding ruang perpustakaan yang kadang kotor itu karena setelah dimanfaatkan oknum Trantib Kecamatan untuk bersantai bila jam istiraahat. “Kalau tidak kotor sih enggak masalah,” katanya, Rabu (20/9/2017).
Sementara, Pengelola Perpustakaan Ciledug Rusli mengatakan, pengelolaan perpustakaan di sini telah berganti beberapa orang. Kalau tidak salah sudah empat orang terjadi pergantian pengelolaan. Memang untuk yang pertama kali ada honornya. “Tetapi sejak dari orang kedua sampai dirinya tidak ada,” katanya.
Rusli maupun Jejen sangat senang bila ada honor bagi yang mengelola perpustakaan. Ini akan menjadi penyemangat mereka dalam mengelola perpustakaan. Tapi memang keinginan itu tidak pernah mereka sampaikan. Hal itu takut bila mereka nanti dikatakan banyak permintaan. Karena sebelumnya sudah digaji.
Di Kecamatan Karawaci yang mengelola perpustakaan diserahkan kepada Kasubag Umum Kepegawaian Aliyah dan seorang OB yakni Yuni. Namun dalam keseharian yang banyak bekerja di perpustakaan adalah Yuni. “Aliyah merupakan pengelola yang bertanggungjawab. Sementara Yuni fokus di perpustakaan,” kata Camat Karawaci Suli Rosadi.
Suli juga mengakui, untuk pengelola perpustakaan di tempatnya itu tidak ada honornya. Itu karena mereka tidak boleh mendapat honor sejak diberlakukan tunjangan prestasi kerja bagi pegawai. Menurutnya, pengelola perpustakaan tidak mendapat honor terjadi di seluruh perpustakaan kecamatan di Kota Tangerang. Bahkan yang ada di masyarakat seperti perpustakaan di posyandu, balai warga dan masjid juga tidak diberikan honor. (Setia)
Editor: Wayang

0 Comments