SERANG, bantenhariini.com – Didominasi oleh angkatan kerja lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), saat ini terjadi peningkatan angka pengangguran di Provinsi Banten. Ironisnya penyumbang angka pengangguran tertinggi justru paling banyak dari lulusan SMK yang seharusnya bisa mengimplementasikan ilmunya di dunia kerja. Angka yang didapat oleh anggota Komisi III DPRD Provinsi Banten Yeremia Mendrofa terungkap saat acara Jaring Aspirasi Masyarakat di Pinang, Kota Tangerang, Selasa (8/8).
“Saya juga heran, pengangguran bertambah tapi kemiskinan berkurang. Tapi ini fakta dari data yang ada,” kata Yeremia saat nelakukan pemaparan.
Menurutnya, penyumbang terbanyak angka pengangguran justru dari lulusan SMK, yakni sebesar tiga pelas persen, sementara dari SMU hanya tujuh persen.
“Lulusan SMK justru terbanyak sebagai penyumbang angka pengangguran bila dibanding lulsan SMU,” katanya.
Atas kondisi tersebut, Yeremia justru heran karena angka kemiskinsn justru berkurang. Dirinya secara pribadi berasumsi, angka kemiskinan berkurang akibat prosesi Pilkada.
“Ini pendapat pribadi, mungkin turunnya akibat tren Pilkada beberapa waktu lalu,” ungkapnya.
Atas kondisi tersebut, Yeremi berharap adanya keinginan dari para lulusan SLTA untuk berwirausaha atau bekerja di sektor informal, sehingga angka pengangguran berkurang. Dengan kondisi angka kemiskinan yang berkurang, seharusnya warga Banten lebih sejahtera.
“Seharusnya mereka lebih mengembangkam ke sektor wirausaha, sehinngga kesejahteraan warga Banten terus berkembang,” pungkasnya. (Ripin)

0 Comments