CILEGON, bantenhariini.com – Acara Golok Day yang memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-19 Kota Cilegon oleh panitia tidak menampilkan kebolehan aktrasi pendekar pencak silat. Akibatnya ratusan pendekar kecewa dan menilai panitia tidak profesional.
Ketua Terumbu Kota Cilegon Feriyana mengaku kecewa besar. Karena dalam pelaksanaan acara lebih memprioritaskan seni budaya luar ketimbang seni budaya Kota Cilegon maupun Banten.
Kata Feriyana, sebenarnya HUT Kota Cilegon sudah sangat bagus, tetapi masih banyak kekurangan dan mendapatkan kekecewaan dari perguruan silat terkait kepanitiaan Golok Day yang masih belum profesional.
“Kenapa kami bilang panitia tidak profesional karena acara Golok Day ini panitia malah memprioritaskan seni budaya luar padahal di Kota Cilegon khususnya di Banten kita memiliki banyak sekali seni budaya, awalnya kami diundang untuk mengisi acara, lantas kami mengerahkan pesilat-pesilat usia dini dan dihadiri oleh guru-guru besar tetapi kami tidak diberikan untuk pentas,” ujar Feriyana saat diwawancarai di salah satu rumah makan di Kota Cilegon, Rabu(9/5/2018).
Ia melanjutkan, bahwa Perguruan Silat Terumbu Banten sudah menyediakan 500 pesilat untuk meramaikan Golok Day, dan 500 pengurus.
“Kedepannya acara golok day ini panitia bisa profesional lagi, jangan sampai menjanjikan untuk tampil tapi hasilnya mengkecewakan. Harusnya mengembangkan seni silat asal Kota Cilegon. Padahal kita sudah dijanjikan untuk menampilkan 500 pesilat yang didik oleh Perguruan Terumbu tapi malah tidak tampil dengan alasan tidak masuk diakal,” katanya.
Sedangkan, Wakil Ketua Terumbu Kota Cilegon, Ahmat Farid menambahkan, bahwa acara kemarin bukan acara HUT Golok Day tetapi HUT Kota Cilegon, dimana ulang tersebut milik warga Kota Cilegon bukan orang lain.
“Saya pribadi ikut berjuang untuk pembentukan Kota Cilegon sampe saat ini yang sudah menginjak 19 tahun, kemarin itu hari Kota Cilegon dimana elemen Masyarakat, dan elemen Pemerintah mengikuti dan meramaikannya,” ucapnya.
Namun, kata dia, di ultah Kota Cilegon yang jatuh 6 Mei 2018 lalu dirinya kecewa atas tindakan panitia yang tidak bisa menghargakan seni budaya silat dan perguruan silat khususnya perguruan silat Terumbu.
“Kami sudah daftar menjadi peserta dan kami juga dijanjikan untuk menampilkan silat yang dimiliki Perguruan Terumbu tetapi hasilnya kita hanya mendapatkan kekecewaan oleh panitia pasalnya kita tidak bisa tampil dengan alasan yang tidak masuk diakal, alasannya matras panas, jadi ini panitia sudah menunjukan bahwa panitia tidak profesional, kami sekeluarga besar Terumbu Kota Cilegon cukup menyayangkan acara tersebut dan kecewa dengan pihak panitia,” pungkasnya. (Feb/Setia)

0 Comments