Pemuda Harus Mandiri dan Kreatif


TANGERANG, bantenhariini.com – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemuda Investasi Nusantara (PIN) menggelar workshop mengelola dan mengembangkan ide bisnis dengan mengusung tema “Mewujudkan Pemuda Mandiri, Kreatif, dalam Berwirausaha untuk Mensukseskan NAWACITA” di Aula Kantor Kelurahan Pondok Kacang, Tangerang, Sabtu (9/9/2017).

Hadir sebagai pembicara dalam acara itu, Drg. Gidi Dahlia Nadeak, Plt Kadis Koperasi Tangsel Moh. Nurul Rahmah, Kabid lembaga kewirausahaan deputi bidang pengembangan SDM Kementrian Koprasi Pitri Yandri, Kepala Penelitian, Pengabdian, dan Pemberdayaan Masyarakat LP3M STIE Ahmad Dahlan dan terakhir Alip Purnomo pengusaha dan wirausahawan.

Dalam Pidato sambutannya, Ketua Pelaksana kegiatan, Jeffry Edi Triswanto, menjelaskan, kegiatan ini untuk memacu para insan muda agar mandiri, bahwa dengan berwirausaha dapat meningkatkan taraf ekonomi seseorang.

“Tak perlu khawatir persaingan ekonomi yang semakin ketat, justru dengan kreativitas pemuda yang unggul, bisa menimbulkan ide-ide brilian dalam menciptakan produk yang inovatif,” katanya kepada awak media.

Di hadapan puluhan peserta yang hampir semua adalah generasi muda, dan banyak diantaranya adalah mahasiswa, Gidi Dahlia sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh PIN ini.
“Kami sangat mengapresi langkah PIN ini, harapan kami PIN bisa menjadi pelopor untuk acara-acara seperti ini, karena dengan kegiatan seperti ini PIN secara langsung telah membantu program yang dicanangkan pemerintah,” ujar Dahlia, dalam paparan materinya.

Hal yang sama pun dipaparkan Moh. Nurul Rahmah. Dalam paparannya, ia mengingatkan para peserta untuk bisa yakin dalam usahanya dan yakin bisa mencari ide usahanya.

“Kalian para pemuda harus yakin dalam usaha yang kalian jalankan, dan yang masih belum punya usaha dan sedang mencari ide, yakinkan diri kalian untuk bisa konsisten akan pilihan yang kalian akan pilih itu, kreatif dan inovatif kuncinya,” papar Nurul Rahmah.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Pitri Yandri menegaskan, pemuda harus mau jadi wirausahawan, meski pandangan orang sekarang lulus SMA atau Kuliah harus menjadi pekerja dan hanya sedikit yang memilih menjadi wirausahawan.

“Jangan minder jadi pengusaha, meski berpenghasilan kecil, kita tidak pernah tahu, usaha kita akan maju. Kita harus optimis, Masyarakat Ekonomi ASEAN bukan ancaman, tapi peluang,” papar Pitri Yandi.

Senada dengan ketiga pembicara lain, Alip Purnomo memaparkan kiat-kiat mencari ide dalam memulai usaha, menurutnya kesulitan dan solusi adalah kunci utama mencari ide membuka usaha.

“Kesulitan terbesar memulai bisnis adalah menemukan ide bisnis, dari data BPS itu Indonesia itu 99 persennya UKM, namun perlu diketahui kebanyakan dari itu adalah reseller atau penjual tangan kedua atau ketiga yang notabene produk-produk luar negeri. Kita masih sedikit yang bisa berinovasi mencipta hal baru, padahal kita ketahui bisnis adalah, setiap ada masalah, kita menemukan solusinya, itu adalah bisnis,” paparnya.

Dalam kesempatan itu pula Alip memaparkan tentang peluang usaha budidaya pohon kelor, pohon yang selama ini kita tahu banyak tumbuh di sekeliling kita, namun kita belum tahu banyaknya manfaat dari tumbuhan itu.
“Jadi peluang usaha itu banyak sekali, seperti kelor ini pun bisa jadi peluang usaha yang cukup menggiurkan,” pungkasnya. (Uchi)

Editor: Wayang

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *