Pemkot Cilegon Resmi Luncurkan Kendaraan Trans Cilegon Mandiri


CILEGON, bantenhariini.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui Dinas Perhubungan Kota Cilegon hari ini melauncing kendaran Trans Cilegon Mandiri atau Sarana Angkutan Umum Masal (SAUM) di Kota Cilegon, launcing Trans Cilegon mandiri tersebut dilakukan untuk Koridor satu dari Terminal Seruni menuju Ciwandan Kota Cilegon.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Cilegon Andi Affandi mengatakan, Trans Cilegon Mandiri tersebut untuk yang pertama kali di louncing adalah Koridor 1 Dari Terminal Seruni menuju Ciwandan Kota Cilegon. Dengan menggunakan sebanyak dua Bus yang mampu mengangkut 20 orang penumpang.

“Jadi untuk kendaraan Trans Cilegon Mandiri yang pertama kita berlakukan di Koridor 1 dari Terminal Seruni ke Ciwandan Kota Cilegon,” kata Andi usai Launcing kendaraan Trans Cilegon Mandiri di Terminal Seruni Kota Cilegon. Kamis, (7/2/2018).

Adapun waktu beroperasinya Trans Cilegon Mandiri tersebut akan dilakukan secara gratis melalui lima lintasan koridor yang sudah ditentukan.

“Sepanjang bus tersebut berplat merah, maka biaya penumpang akan di gratiskan. Karena apabila akan dilakukan tarif angkutan. kendaraan tersebut harus ber Nomor Polisi warna Kuning, dan juga harus membentuk lembaga terlebih dahulu, dan juga harus memiliki operator,” ujarnya.

Andi menyampaikan, kendaraan Trans Cilegon Mandiri tersebut akan beroprasi mulai hari Senin sampai dengan hari Jum’at. Yang akan dimulai dari pukul 06.00-09.00 WIB dan pukul 15.00-18.00 WIB.

“Kenapa hanya dilakukan pada hari Senin sampai dengan hari Jum’at andi menuturkan karena pertimbangan biaya oprasional maka kami memutuskan untuk hari Sabtu dan Minggu kendaraan Trans Cilegon Mandiri tersebut tidak beroprasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi mengatakan, operasional bus tersebut diharapkan mampuh menjadi solusi atas persoalan tingkat kepadatan lalu lintas kendaraan di ruas jalan di Kota Cilegon.

“Terutama pada pagi dan sore hari. Karena kemacetan di Kota Cilegon menjadi perhatian serius pemerintah daerah yang sampai merogoh kocek sendiri dari APBD Perubahan tahun lalu,” kata Edi kepada Wartawan.

“Kepadatan lalu lintas di Kota Cilegon saat ini sudah terjadi cukup padat sehingga membuat terjadinya kemacetan di Kota Cilegon,” imbuhnya.

Edi mengungkapkan keberadaan kendaraan SAUM tersebut bukan berarti pihaknya akan menutup angkot di Kota Cilegon, tetapi pihaknya menginginkan supaya masing-masing pihak dapat bisa bergerak, tanpa harus mengganggu kenyamanan penumpang dan pengendara yang lain, baik roda dua maupun Roda empat.

“Dengan adanya kendaraan Trans Cilegon Mandiri tersebut bukan berarti akan menutup angkot di Kota Cilegon, namun itu merupakan solusi agar tidak terjadi kemacetan di Kota Cilegon,” tukasnya. (Rohman)

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *