Pasca Kebakaran BPBD Tetapkan Status Tanggap Darurat


CILEGON,bantenhariini.com – Pasca kebarakan besar yang meluluhlantakkan 17 rumah semi permanen di Lingkungan Tegal Cabe, RT 01/02, Kelurahan Citangkil, Kecamatan Citangkil, Rabu malam kemarin, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon menetapkan status tanggap darurat bencana selama satu minggu.

Sekretaris BPBD Kota Cilegon Purwadi menjelaskan, status tanggap darurat bencana tersebut ditetapkan setelah melakukan rapat dengan wali kota dan pihat terkait lainnya kemarin.

“Namun, status tersebut bisa diperpanjang melihat perkembangan situasi dan kondisi,” jelasnya Jumat (8/9/2017).

Menurut Purwadi, hari ini petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Lingkungan Hidup mulai membersihkan puing-puing dan bekas kebakaran di lokasi. Turut juga membantu membersihkan jajaran Polres Cilegon, pihak kecamatan dan masyarakat. Sementara untuk menampung para korban yang rumahnya musnah dilalap si jago merah, BPBD mendirikan dua unit tenda untuk perlindungan sementara.

“Tapi sebagian warga yang menjadi korban, sementara ada yang menumpang di saudara atau kerabatnya,” jelas Purwadi.

Empati terhadap korban kebakaran terus mengalir, beragam bantuan datang dari masyarakat untuk meringankan penderitaan warga Gajah Mungkur yang sedang tertimpa musibah.Selain bantuan bahan makanan,masyarakat juga menyalurkan bantuan peralatan salat dan peralatan sekolah.

Istri Wali Kota Cilegon  Ida Farida Ariyadi bersama rombongon menyerahkan bantuan peralatan salat kepada warga korban kebakaran, sementara pengurus PMI Kota Cilegon memberi bantuan peralatan sekolah.

Kebakaran yang terjadi di Lingkungan Tegal Cabe RT 01/03, Kelurahan Citangkil Kecamatan Citangkil Rabu malam kemarin merupakan kebakaran terbesar di Cilegon setelah kebakaran Pasar Kranggot yang terjadi pada Jumat, 30 September 2011.

Kebakaran di perkampungan yang lokasinya berada di tengah kota ini terjadi Rabu (6/8) sekitar pukul 19.15 WIB berdasarkan informasi dipicu saat seorang warga bernama Eko (21) saat menyalakan kompor, tiba-tiba api dari kompor merambat ke tabung gas. Dia berusaha memadamkan api, namun usahanya tidak berhasil, api semakin membesar dan merambat ke rumah yang lainnya. Kobaran api yang merambat dan menghanguskan belasan rumah semi permanen. (Pupu)

Editor: Wayang

 

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *