Nilai Aset Turun, Pattiro Minta Pemkot Serang Perbaiki Manajemen


Nilai Aset Turun Pattiro Minta Pemkot Serang Perbaiki Manajemen_Foto Bantenhariini_Aep.BHI

Nilai Aset Turun Pattiro Minta Pemkot Serang Perbaiki Manajemen_Foto Bantenhariini_Aep.BHISERANG, bantenhariini.com – Turunnya nilai aset di Kota Serang yang mencapai ratusan miliar rupiah mendapat sorotan dari Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) Banten. Terkait temuan dari BPK tahun 2016 itu, mereka meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melakukan perbaikan manajemen.

“Kelalaian Pemkot Serang dalam pengelolaan aset dapat mengakibatkan beberapa hal yang sangat krusial. Sebab seharusnya pemkot meningkatkan manajemen asetnya. Hal ini agar nilai aset yang dimiliki tetap tinggi, memiliki usia yang lebih panjang, serta menghindari kerusakan terhadap aset yang bisa menyebabkan turunnya nilai jual,” ujar Kepala Divisi Kebijakan Publik Pattiro Banten, Amin Rohani.

Pattiro menilai Pemkot Serang tidak dapat memonitor penyusutan aset. Mereka meminta Pemkot memperbaiki manajemen aset agar lebih mudah melakukan pemonitoran terhadap penyusutan. “Untuk menjaga nilai aset, Pemkot Serang harus menyediakan biaya operasional yang memadai sehingga menghasilkan output yang tinggi dan sesuai dengan tujuan,” lanjutnya.

Dengan perbaikan manajemen aset, diharapkan akan memudahkan membuat perencanaan yang menyangkut pendanaan aset seperti dana untuk pembelian atau konstruksi, pemeliharaan, hingga dana untuk memperpanjang usia dan menghapus aset. “Pemkot Serang wajib mengontrol aset dengan baik sehingga dapat menghindari pembelian yang tidak perlu. Tanpa adanya manajemen aset, Pemkot Serang akan mengalami kesulitan dalam menentukan priorotas untuk penyediaan barang,” tegas Amin.

Menurut Amin, jika BPK melihat adanya laporan dan catatan terhadap aset yang terkesan fiktif, seharusnya BPK dapat menindaklanjuti dengan melakukan audit investigatif terhadap temuan tersebut. “Sehingga clear bahwa manajemen aset di daerah jauh dari penyimpangan atau pelanggaran hukum,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, aset tetap Pemkot Serang menjadi penyumbang terbesar penyusutan nilai aset. Seperti aset tanah mengalami penurunan sebesar 21.49 persen, sedangkan peralatan dan mesin mengalami penyusutan sebesar 65.83 persen.
Selain itu, gedung dan bangunan mengalami penurunan sebanyak 9.31 persen, selanjutnya jalan, irigasi dan jaringan mengalami penyusutan pula sebesar 26.36 persen, lalu aset tetap lainnya juga menurun sebanyak 11,49 persen dan terakhir konstruksi dalam pengerjaan mengalami penyusutan sebanyak 49,61 persen.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Serang Adang Darmawan mengatakan, penyusutan aset sesuai dengan kebijakan akuntansi untuk peralatan, mesin, dan gedung/bangunan. “Itu hasil penilaian mandiri maupun berdasarkan nilai perolehan aset,” tuturnya.

Menurut Adang, setiap tahun selalu ada penyusutan aset. Selain itu setiap tahun juga ada kapitalisasi aset. Ia mengungkapkan, penyusutan aset kerap terjadi di aset jalan, irigasi, dan jaringan (KIB D). Selain itu, ada juga penyusutan mesin dan peralatan (KIB B), serta gedung dan bangunan (KIB C). (Andre/Anda)

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *