Mudik ke Sumatera Lebih Efektif & Efisien melalui Pelabuhan Tanjung Priok


http://www.bantenhariini.id/wp-content/uploads/2018/06/Mudik-ke-Sumatera-Lebih-Efektif-dan-Efisien-melalui-Pelabuhan-Tanjung-Priokfoto-bantenhariini_-anda_BHI.jpgJAKARTA, bantenhariini.com – Pemudik asal Pulau Jawa yang ingin menuju ke Pulau Sumatera kini dapat menggunakan jalur alternatif melalui Pelabuhan Tanjung Priok tanpa harus melalui Pelabuhan Merak. Mulai tahun 2016 lalu, jalur tol Laut Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara ke Pelabuhan Panjang Bandar Lampung, Provinsi Lampung telah tersedia dan hingga kini dapat melayani pemudik.

PT Bahtera Suryamas Mandiri yang menyediakan layanan rute angkutan tol laut tersebut bekerjasama dengan PT Atosim Lampung Pelayaran. Adapun jadwal perjalanan di setiap harinya terdapat 3 jadwal, yakni di antaranya pada pukul 07.00 – 15.00 – 23.00 WIB.

Perjalanan tersebut pun sangat efektif dengan menggunakan tiga kapal feri, yakni di antaranya Kapal Motor Mutiara Timur I, Kapal Motor Mutiara Sentosa II, dan Kapal Motor Mutiara Sentosa III. Setiap kapal berkapasitas penumpang 600 orang, 110 truk, dan 300 mobil pribadi sehingga pemudik sangatlah merasakan efisien. Setiap perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Pelabuhan Panjang diperkirakan memakan waktu sekitar 8 jam.

Pemudik asal Bekasi, Imam Makrus mengatakan, dirinya yang hendak pulang ke Lampung untuk merayakan hari Raya Idul Fitri 1439 H ini mengatakan, kehadiran tol tersebut dinilai ampuh untuk mengatasi penumpukan penumpang pada masa arus mudik Lebaran ini. “Kehadiran tol laut ini memang dapat mengurangi beban jalan dan mengurangi penumpukan penumpang di Pelabuhan Bakauheni, Provinsi Lampung,” katanya, Senin (11/6/2018).

Untuk keberangkatan melalui Pelabuhan Tanjung Priok, menurut Imam sangat efektif dan efisien dari segi tenaga, waktu dan BBM, lantaran penumpang bisa beristirahat lebih lama di dalam kapal. “Istirahatnya pun lebih lama. Tak terasa selama 8 jam tiba-tiba sudah sampai di Bandar Lampung,” ungkapnya.

Sedangkan apabila melalui Pelabuhan Merak, menurut pengalaman Imam sangatlah tidak efisien. Sebab, harus menempuh perjalanan darat terlebih dahulu. “Kalau lewat darat dulu kan memakan tenaga dan bahan bakar, belum lagi resiko perjalanan menuju pelabuhan Merak yang rawan macet dan antrian panjang di Pelabuhan Merak saat arus mudik maupun balik,” paparnya. (Anda)

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *