CILEGON, bantenhariini.com – Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi menyampaikan keprihatinannya terkait kasus yang menimpaWali Kota Cilegon Iman Aryadi yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jumat lalu. “Saya ingin menyampaikan beberapa hal yang pertama tentu kita prihatin dengan kejadian Jumat kemarin sampai hari ini, saya mengharapkan seluruh staf eselon II, III dan seluruh staf Pemerintah Kota Cilegon melaksanakan tugas-tugas sebagaimana mestinya dalam rangka pelayanan langsung terhadap masyarakat,” ujar Plt Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi saat apel upacara bensera pagi di halaman Kantor Wali Kota Cilegon, Senin (25/9).
Edi mengingatkan kepada aparatur sipil negara (ASN) yang mengikuti apel untuk tetap fokus dalam bekerja dan menjadikan masalah ini sebagai tantangan kerja yang harus dihadapi.
“Apapun yang dikabarkan di media pagi hari ini jangan mengganggu kinerja kita, anggap itu sebagai satu tantangan bagi kita, pelajaran bagi kita, kewaspadaan kita, kehati-hatian kita, kita tentu harus berdoa semoga semuanya selesai sebagai mana mestinya sehingga Pak Wali (Tb. Iman Ariyadi-red) bisa kembali bersama kita,” ungkapnya.
Edi juga mengajak para pegawai di lingkungan Pemkot Cilegon untuk tetap melayani masyarakat dengan baik demi berjalannya roda pelayanan di Kota Cilegon.
“Hadirin yang saya hormati, tentu ini menjadi pelajaran juga bagi kita semua yang berkaitan dengan pelayanan langsung terhadap masyarakat dari mulai pemberian izin, rekomendasi, surat keterangan, kartu penduduk, kartu pelajar, kartu kuning dan lain sebagainya harus menjadi perhatian bagi semua pelayanan langsung terhadap masyarakat karena memang sekarang sudah zamannya seperti ini, jadi harus hati-hati kita, harus betul-betul melayani masyarakat,” terangnya.
Pada kesempatan itu, Edi mengingatkan kepada ASN untuk merenung dan tetap pada jalurnya dalam bekerja sebagai abdi masyarakat.
“Jadi kita semua harus sudah mulai right on the track bekerja dengan aturan yang berlaku, coba kita merenung sebentar untuk masing-masing yang ada di sini, apa yang sudah kita lakukan, hal yang sudah baik teruskan, kalau yang belum baik hentikan. Saya berterimakasih kepada teman-teman yang sudah berbuat baik, ajak teman-teman yang masih selalu tidak disiplin, selalu banyak bicara sedikit bekerja, jadi biarkan berproses apapun nantinya masing-masing tidak usah ditanggapi, kita hormati apa yang sedang berjalan, kita mengikuti proses hukum yang sedang berlaku, mudah-mudahan kebenaran ada di pihak kita,” tuturnya.
Mengenai pelayanan yang seharusnya diberikan pemerintah, Edi menegaskan kepada ASN untuk tidak melakukan praktek yang merugikan masyarakat.
“Kemudian saya tekankan lagi bagi mereka atau dinas OPD yang melayani langsung kepada masyarakat, lakukan sesuai dengan yang ada, bukankah sudah ada perjanjian di bawah tangan, berikan service yang baik, kecepatan semuanya,” tegasnya.
Edi juga menekankan bahwa pelayanan di Kota Cilegon akan terus berjalan sebagaimana yang seharusnya. “Saya tekankan, jadi tujuan kita bersama harus tetap berjalan walaupun katakanlah ada masalah yang sedang kita hadapi, nanti kita koordinasi dengan Ibu Sekda, apakah ada Plt atau bagaimana, nanti kita cari jalan keluar, apakah tarik ke atas atau tarik ke Bu Sekda nanti saya ambil keputusan, saya sendiri belum tahu juga seperti apa nanti tindakan dari pemerintah pusat, untuk pelayanan akan tetap berjalan, semua lini tidak boleh ada stagnasi karena adanya masalah ini,” pungkasnya. (Pupu)
Editor: Wayang

0 Comments