Meski Diselidiki KPK, Formula-E Harus Tetap Diselenggarakan


JAKARTA, Bantenhariini – Penyelenggaraan Formula E di DKI Jakarta tengah diselidiki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Meskipun demikian, event balap mobil listrik itu harus tetap digelar di ibu kota.

Ketua Majelis Permusyawarakatan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo (Bamsoet) berpendapat urusan olahraga dengan hukum harus dipisahkan. Menurutnya, jika ada pihak yang terlibat kasus dugaan korupsi, maka dia mempersilakan untuk diproses.

“Kita harus memanfaatkan apa yang sudah kita bayarkan ini di luar urusan hukumnya harus bermanfaat bagi kepentingan rakyat kita,” ujar Bamsoet di Kompleks Parlemen, Jakarta, Minggu (28/11/2021).

Mantan Ketua DPR ini pun menyinggung dampak daripada pagelaran World Super Bike (WSB) di Mandalika.

Di mana, pertumbuhan ekonomi dalam sepekan tumbuh sekitar 5 persen. Bahkan, dampak ekonominya juga dirasakan ke sejumlah daerah lainnya, seperti Bali misalnya.

Hotel-hotel penuh, penerbangan penuh, restauran penuh, rumah-rumah penduduk banyak yang ditinggali oleh para turis. “Kemudian UMKM juga tumbuh dari penjualan merchendise souvenir-souvenir jadi harus dilihat dari sisi itu,” jelas dia.

Menurut Bamsoet, pasca merebaknya virus COVID-19, Indonesia butuh promosi di level dunia. Hal itu bisa dibuktikan bagaimana ajang WSBK Mandalika bisa diliput oleh 76 stasiun televisi internasional dan dinikmati oleh 150-an lebih negara.

Dengan demikian, ia mendorong agar Formula E tetap direalisasi untuk membawa dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

“Sehingga di Formula E ini kita selamatkan dari sisi ekonominya, dari sisi manfaatnya bahwa ada proses-proses yang harus diselesaikan secara hukum silakan diselesaikan gitu lho,” tuturnya. (red)

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *