Menko PMK Meminta Umat Kristiani Bersama Mencegah Penularan COVID-19


JAKARTA, Bantenhariini – Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang berlangsung sebulan lagi jangan sampai mengikis kewaspadaan akan bahaya COVID-19. Apalagi berkaca dari pengalaman sebelumnya, lonjakan kasus terjadi akibat pergerakan masyarakat yang tinggi di masa libur panjang.

Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) mengajak umat Kristiani meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan wabah COVID-19 jelang libur Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 .

“Tentu saja, kita tidak ingin Indonesia yang sudah mengakhiri gelombang kedua ini akan terjadi gelombang ketiga hanya gara-gara kita tidak waspada dan tidak menaruh perhatian,” ucap Menko PMK Muhadjir Effendy dalam keterangan pers, Jumat (26/11/2021).

Seperti diketahui, sebagai langkah antisipatif dan peningkatan kewaspadaan dalam penanganan COVID-19 di masa libur Nataru, pemerintah telah meneken kebijakan PPKM level 3 di seluruh wilayah Indonesia yang mulai berlaku pada tanggal 24 Desember – 2 Januari mendatang.

Dalam kebijakan tersebut, terdapat pengetatan aturan dalam hal pergerakan orang untuk mencegah meluasnya penularan COVID-19.
Selain itu, terdapat fokus pengawasan di tiga tempat, yaitu di gereja pada saat perayaan Natal, di tempat perbelanjaan, dan destinasi wisata lokal.

Muhadjir mengemukakan, organisasi keagamaan Kristiani dapat berperan membantu pemerintah dalam mendukung penanganan COVID-19 selama penerapan PPKM level 3 di masa libur Nataru.

Caranya adalah dengan mensosialisasikan dan mengimbau seluruh anggota jemaatnya yang tersebar di seluruh Indonesia agar tidak berpergian. Kemudian dengan tidak pulang kampung dengan tujuan yang tak mendesak, dan pada saat ibadah perayaan Natal tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Saya yakin kita semua sadar bahwa ini semua kita lakukan demi bangsa dan negara ini,” jelas mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini.

Ia juga mengapresiasi kontribusi kelompok gereja di masa COVID-19 yang hadir memberikan bantuan, memberdayaan masyarakat, terutama mayarakat kurang mampu, rentan dan terkena dampak ekonomi dari corona.

“Perlu kerja keras kita bersama-sama untuk bisa mengantar menyelesaikan COVID-19 ini,” kata Menko PMK. (red) 

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *