SERANG bantenhariini.com – Di waktu sore hari menjelang waktu berbuka puasa, terlihat para pengendara roda dua membawa bunga mawar hitam. Mulai dari Jalan Raya Pakupatan hingga Ciceri, mawar hitam pun menghiasi pemadangan di Kota Serang pada waktu mendekati bedug magrib.
Ternyata setelah ditelusuri, bunga mawar hitam itu berasal dari Mahasiswa yang tergabung dari Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) Komisariat Pakupatan.
Para Mahasiswa itupun melakukan penyebaran ataupun bagi-bagi mawar hitam di Lampu Merah Ciceri, Kota Serang, Senin (20/5). Alasan mereka melakukan bagi-bagi mawar hitam, lantaran sebagai bentuk keprihatinan atas kasus kematian petugas penyelenggara Pemilu 2019.
Mawar hitam yang dibagikan itupun, sebagai simbol mengenang jasa pahlawan Pemilu 2019. Atas meninggalnya petugas KPPS sebanyak 527 orang.
“Ini sebagai bentuk mengenang jasa para Pahlawan Pemilu 2019 dari kami para Mahasiswa. Karena bagaimanpun, beliau (Para Petugas KPPS, Red) telah berhasil menyukseskan keberlangsungan Pemilu di Indonesia,” kata Ketua HMI MPO Komisariat Pakupatan, Suhandi, di sela-sela tebar bunga mawar hitam, Senin (20/5).
Tidak hanya itu, kata Suhandi, mawar hitam yang dibagikan pada hari ini pun, sebagai bentuk dorongan untuk mengungkapkan penyebab kematian para petugas pemilu 2019. Dirinnya merasa prihatin, atas persoalan kematian petugas penyelenggara Pemilu yang tak kunjung usai.
“Persoalan ini harus segera diselesaikan. Karena kita bisa lihat sekarang, bagaimana persoalan ini sudah berkembang sangat liar,” ujarnya.
Bagi-bagi mawar hitam itupun, mendapatkan respon positif dari pengguna jalan. Secara spontan, ia mengatakan, bahwa dirinya mendukung penuh apa yang dilakukan oleh HMI MPO Komisariat Pakupatan.
“Saya dukung, saya juga ingin tau penyebab kematian KPPS yang jumlahnya ratusan ini,” ungkap pria berambut gondrong yang menggunakan motor jenis Honda Astrea.
seperti diketahui, selain bagi-bagi bunga mawar hitam tersebut. HMI MPO Komisariat Pakupatan itupun membagikan takjil untuk buka puasa. (FEB)

0 Comments