SERANG, bantenhariini.com – Masih adanya pungutan liar di kantong parkir kawasan Banten Lama membuat Wali Kota Serang meminta tim Saber Pungli bergerak untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang menyangkut nama baik Kota Serang.
Wali Kota Serang Syafrudin, meminta tim sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli) Kota Serang agar segera menindaklanjuti kasus nakal tersebut.
“Ya, kalau masih ada pungli saya sih berharap Saber Pungli yang sekarang sedang disosialisasikan ini bisa menindak tegas kalau yang di luar aturan jadi kalau yang sesuai aturan ya mungkin kita lanjutkan yang tidak sesuai jangan,” katanya usai memberikan sambutan di acara Pencegahan dan Penyuluhan Sapu Bersih Pungutan Liar Kota Serang di Dwiza Resto, (Senin /2019).
Ia meminta agar tim Saber Pungli memberikan pemahaman kepada para oknum yang bermain di kawasan Banten Lama. Sebab dengan adanya pungli itu akan menghambatan pendapatan asli daerah Kota Serang. “Saya mohon aparat keamanan untuk bisa menindaklanjuti,” imbuhnya.
Selain itu, ia mengaku, sudah menindaklanjuti permasalahan tersebut namun masih saja tetap ada oknum yang bergerak di kantong-kantong parkir.
Menurutnya, seharusnya warga Kota Serang dapat membantu membangun nama baik ikon Banten dengan memberikan kenyamanan kepada para pengunjung yang datang ke kawasan Banten Lama.
“Dari kemarin-kemarin juga sudah ada tindak lanjut. Artinya, saya berharap di Pemerintahan Kota Serang untuk dapat menindaklanjuti karena ini juga menyangkut nama baik Kota Serang. Karena Banten ini adalah salah satu ikon Kota Serang, jadi mohon segera ditindaklanjuti,” jelasnya
Sebelumnya, berdasarkan cerita dari salah satu pengunjung, salah satu kantong parkir di kawasan Banten lama meminta uang parkir sebesar Rp5000 rupiah kepada setiap pengunjung yang hedak pulang.
“Awalnya minta Rp5000, pas dibilang kalau aturan parkirnya itu cuma Rp1000 dia bilang itu mah lima tahun yang lalu kali,” kata salah seorang pengunjung yang enggan disebutkan namanya kepada bantenhariini.com menceritakan kejadiannya.
Ia mengaku, padahal selain petugas parkir yang meminta tarif tersebut ada salah satu petugas yang mengatakan bahwa tarif parkir di kawasan itu tidak dipatok, masyarakat bisa memberi uang parkir seikhlasnya.
“Sempat berdebat, setelah saya mendesak, dia baru ngomong kalau bayar parkir itu seikhlasnya bahkan dia bilang tidak apa-apa kalaupun tidak membayar parkir, saya pikir ini akan menjelekan nama Banten karena mahalnya parkir kendaraan roda dua,” jelasnya.
“Tadinya mah ‘kekeh’ minta Rp5000, selama di situ saya gak liat orang keluar bayar parkir di bawah Rp5000 yang menggunakan kendaraan roda dua, karcis parkirnya juga gak pake tarif, cuma dituliskan plat nomor aja di karcisnya,” imbuhnya. (DA)

0 Comments