Mahasiswa Unbaja Belajar Pengolahan Air Bersih


SERANG, bantenhariini.com – Belajar pengelolaan air bersih, Mahasiswa Universitas Banten Jaya (UNBAJA) Kota Serang telah selesai melakukan kunjungan ke Instalasi Pengolahan Air Bersih, PT. Krakatau Tirta Industri (KTI), Kota Cilegon.

Tujuan dari kedatangan coorp jaket biru ini tak lain untuk mempelajari sistem kerja pengolahan air bersih pada anak perusahaan Baja Krakatau Steel tersebut, Hal itu di sampaikan oleh Pembimbing Mahasiswa, Unbaja Kota Serang, Anis Masyruroh, Selasa(19/12).

Lanjut Anis, kunjungan yang sudah selesai di lakukan di PT KTI, mahasiswa diperkenalkan proses system pengawasan alur air bersih mulai pengambilan air dari Cidanau hingga diolah dipenampungan-penampungan milik KTI dikawasan Waduk Krenceng, Kota Cilegon.

Bahkan, kata Anis, mahasiswa juga diperkenalkan berbagai alat-alat kerja yang digunakan oleh KTI pengenalan Laboratorium yang merupakan tempat pengujian air dari hasil produksi KTI.

“Kunjungan ini merupakan salah satu bentuk perkuliahan langsung para mahasiswanya. Karena dalam sistem perkuliahan di Universitas Banten Jaya, terdapat beberapa subjek mata kuliah yang berhubungan dengan pengolahan air bersih. Antara lain Penyediaan Air Bersih/Minum, Perencanaan Bangunan Pengolahan Air Minum, Plambing, dan lain-lain. Kami merasa perlu mengajak para mahasiswa untuk melihat langsung teknik pengolahan air baku menjadi air bersih yang dilakukan KTI. Sebab kami mendengar, beberapa teknik KTI sudah sangat baik,” kata Anis saat ditemui di kampus.

Menurut Anis, kunjungan ke perusahaan-perusahaan air minum tersebut merupakan hal yang rutin dilakukan sebagai bagian dari aktivitas perkuliahan. Tujuannya untuk membekali mahasiswa ini melihat sesuatu yang berhubungan pengolahan air bersih.

“Jadi mereka harus tahu bagaimana syarat kimia air bersih dan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh air yang kurang layak. Karena itu mahasiswa juga diperkenalkan mulai dari pengambil bahan baku air, proses pengolahan, pemberian kimiawinya di laboratorium, hingga sampai air tersebut siap didistribusikan ke masyarakat,” jelas Anis.

Anis menambahkan,kunjungan ini juga dilakukan untuk melihat sejauh mana antara teori yang diajarkan di perkulahan dengan aplikasi dilapangan. “Artinya kelapangan itu kita melihat, proses secara aplikatif dari teori yang disampaikan di dalam kelas,” pungkasnya. (FEB).

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *