Kreator Banten Sayangkan Masih Ada Konten Prank


SERANG, bantenhariini.id – Menanggapi Kasus Prank yang dilakukan oleh seorang kreator Youtube, Ferdian Paleka yang dinilai melewati batas wajar, para kreator yang ada di provinsi Banten ikut menyayangkan hal tersebut masih terjadi. Pasalnya fenomena kesalahan dalam prank telah memberikan pelajaran yang besar daripada kasus-kasus sebelumnya yang berkaitan dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Hal tersebut disampaikan oleh seorang Youtuber dari Zetizen, Reyhan Hafid dalam diskusi virtual via zoom sabtu kemarin (9/05/2020).

“Kenapa harus konten prank, saya pikir konten prank itu adalah konten kreator sampah yang tidak memiliki nilai kreatif sama sekali. Masih banyak loh konten lain yang perlu di eksplor,” kata Reyhan saat mengawali tanggapan awal diskusi.

Dalam diskusi yang digagas oleh Founder Sultantv.co Aji Bahroji itu dihadiri banyak kreator senior Banten seperti Mang Beti, Ovie Rambo Banten, Wahuy, Hilman Lemri Rumah Dunia TV, Hilal Ahmad Zetizen Banten dan masih banyak lagi.

Dalam Kesempatan itu juga Kreator ulung Banten Wahuy menjelaskan faktor seseorang melakukan konten prank yang viral itu dipengaruhi oleh lingkungan dan wawasan nilai yang ia kuasai masih rendah hingga membuat tindakan radikal berlebihan.

“Kalo saya melihat sih orang ini (Ferdian Paleka) melakukan hal tersebut seperti tidak ada hal yang mengganjal, artinya ya damai-damai aja bagi dirinya. Ini menunjukkan seseorang dengan kapasitas penguasaan nilai dan suatu hal itu linier dengan tindakannya buktinya ia menganggap rendah kaum lain,” Kata Wahuy.

Mendengar tanggapan Wahuy, Dedi Setiawan alias Mang Beti menyahut dan menyetujui hal tersebut.

“Iya saya setuju dengan tanggapan Wahuy, memang sesuatu itu harus dilakukan sesuai kapabilitasnya. Misalnya saya melakukan humor ya sesuai apa yang saya kuasai dan ingin mengangkat unsur daerahnya, kondisinya sekarang itu yang tau cuma lucu saja tidak memperhatikan sudut pandang lainnya,” pungkas Mang Beti. (AM)

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *