Korban Banjir Tangerang Keluhkan Kerugian


TANGERANG, bantenhariini.id – Sejumlah warga mulai merapikan rumah paska Banjir setinggi 3.5 meter di perumahan Garden City Kecamatan Priuk Kota Tangerang, Sabtu (8/2). Sebagian mereka kembali dari posko pengungsian dan melihat kondisi rumah yang berantakan. Para korban banjir mengeluhkan lambannya penanganan dari pemerintah yang menyebabkan kerugian semakin besar.

Yusy,37, warga perumahan Garden yang sudah mengungsi 5 hari di posko menangis saat pulang dan hendak merapikan rumahnya. Yusy mengatakan setiap tahun terkena banjir namun baru kali pertama merasakan banjir hingga setinggi atap rumah. Semua barang yang ada di rumahnya rusak dan tidak ada satupun pakaian yang bisa dipakai. “Penanganan dari pemerintah tahun ini terbilang lama, sampai berhari-hari belum juga surut. Jadi barang yang tadinya bisa bertahan jadi rusak total tidak ada sisa, ditambah di posko anak saya sakit nggak kebagian obat, ” ujarnya.

Ratusan warga Kecamatan Priuk lainnya dikabarkan stres dengan keadaan banjir yang tak kunjung surut. Sebagian lainnya mengalami gangguan penyakit seperti diare, gatal-gatal, dan insomnia.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas kesehatan Kota Tangerang Liza Puspadewi mengatakan, sejak tanggal 1 Februari sudah menugaskan lebih dari 300 tenaga medis yang bekerjasama dengan 9 Rumah Sakit (RS) di Kota Tangerang dan 3 Puskesmas terdekat. “Sejauh ini kami sudah menerjunkan lebih dari 300 tenaga media yang bekerjasama dengan 9 rumah sakit dan Puskesmas di sana. Untuk penyakit yang banyak diderita sebenarnya pusing dan secara psikis mereka stres karena harus tinggal di pengungsian dan memikirkan keadaan rumah mereka,” ujarnya. (Memey/Sukanda)

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *