Kilau Cahaya Senter Diiringi Lantunan Sholawat Busro Bergema di Masjid Raya Al Bantani


SERANG, Bantenhariini.id – Kilauan cahaya senter dan lantunan Sholawat Busro menggema nan merdu dari para peserta umat Muslim, menciptakan atmosfer yang mendalam dan penuh kebersamaan menyambut kedatangan Habib Luthfi bin Yahya menuju panggung di Halaman Masjid Raya Al Bantani, Rabu (5/7).

Masjid Raya Al Bantani menjadi saksi dari momen spiritual yang luar biasa saat peserta doa istighosah bersama-sama menyalakan kilauan cahaya senter yang memukau.

Acara Istighosah dan Tausyiah dalam rangka perayaan Hari Bhayangkara Ke-77 oleh ulama dan tokoh agama Provinsi Banten dengan tema “Memperkokoh Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, Sehingga Polri Berwibawa, Negara Kuat, Masyarakat Aman, Damai dan Makmur” bertempat di lapangan Masjid Raya Al-Bantani KP3B, Rabu (5/7) malam.

Kegiatan dihadiri Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto didampingi para Pejabat Utama Polda Banten, PJ Gubernur Banten Al-Muktabar, turut hadir penceramah Habib Luthfi bin Yahya, KH. Abuya Muhtadi Dimyati, KH. Embay Mulya Syarif, KH. Yusuf Al-Mubarok, KH. Ahmad Rafiudin, KH. TB. Hamdi Ma’ani, Dr. AM. Romli serta diikuti oleh kurang lebih 10.000 santriwan dan santriwati dari seluruh Ponpes serta masyarakat Banten.

Acara doa istighorah diadakan sebagai upaya untuk memohon pertolongan dan rahmat Allah dalam menghadapi situasi sulit yang dihadapi oleh komunitas Muslim di kota ini. Masjid Raya Albabtani, yang selalu menjadi pusat kegiatan keagamaan, menjadi tempat yang tepat untuk menggelar acara ini.

Kegiatan itu, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan Kalam Ilahi, Dzikir dan Istighosah bersama, penampilan selayang pandang Polda Banten, Tausiyah oleh tokoh agama, dan ditutup dengan doa bersama.

Habib Luthfi bin Yahya mengatakan dalam tausiyahnya ada kekuatan besar yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia. Kata dia, bahwa kekuatan untuk memperbaiki dan mengatasi masalah bangsa terletak pada diri sendiri.

“Yang kita ini ya bangsa kita sendiri. Kalau tidak kebetulan yang membuka aib oknum, ya kita sendiri.” katanya.

Pernyataan ini menggambarkan pentingnya masyarakat untuk saling introspeksi dan bertanggung jawab terhadap keadaan bangsa.

Ia juga mengatakan TNI, Polri, dan Ulama merupakan tiga kekuatan yang memiliki peran dalam membentuk dasar keberhasilan bangsa. TNI sebagai kekuatan militer, Polri sebagai penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta Ulama sebagai pilar spiritual dan pemersatu umat.

“Satu kekuatan TNI, kedua kekuatan POLRI, ketiga kekuatan Ulama, Kekuatan ulama sangat luar biasa, Keempat kekuatan rakyat,” katanya.

Sementara itu, Kyai Embay Mulya Syarif mengatakan bahwa acara tersebut diselenggarakan tanpa sepengetahuan dari Kapolda Banten.

“Kapolda saja gagap itu nggak tahu acara ini, kita bikin surprise ini dadakan ini, silence tiba- tiba muncul,” katanya.

Ia juga menggambarkan kekuatan kebhinekaan bangsa Indonesia. Ia menjelaskan bahwa Indonesia terdiri dari lebih dari 200 kerajaan yang terpisah di 17.000 pulau, dengan 700 bahasa daerah, ribuan suku dengan adat, agama, dan budaya yang berbeda.

Namun, Indonesia mampu bersatu, yang dianggap sebagai sesuatu yang luar biasa di muka bumi ini.

“Ini sungguh luar biasa di muka bumi hanya indonesia yang seperti itu,” ujarnya.

Acara istighosa dan tausiyah ini juga dijadikan sebagai upaya untuk mempersatukan masyarakat. Kyai Embay berharap agar acara serupa dapat diikuti oleh provinsi lain, dan ia mengungkapkan bahwa ini merupakan acara pertama dari Banten.

“Acara tersebut juga merupakan cara untuk mempersatukan masyarakat, mudah-mudahan diikuti Provinsi yang lain, ini baru pertama kali dari Banten,” katanya []

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *