Ketua DPR RI Sebut Bila Ibadah Haji 2021 Terselenggara, Perlu Skenario dan Prokes Ketat


0

Indonesia dan 19 negara lainnya, masuk ke dalam negara yang untuk sementara waktu tidak boleh berkunjung ke Arab Saudi, mengingat angka sebaran Covid-19 di Indonesia yang semakin meningkat. Namun, Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Pemerintah Indonesia tetap mempersiapkan segala skenario terkait segala kemungkinan jika penyelenggaraan Haji pada tahun 2021 ini tetap diselenggarakan saat pandemi Covid-19. DPR RI, melalui Komisi VIII juga akan membahas biaya penyelenggaran Haji bersama pemerintah, Rabu (10/2).

“Pemerintah agar tetap mempersiapkan segala kemungkinan jika penyelenggaraan haji tetap dilaksanakan. DPR, melalui komisi terkait, juga akan tetap membahas biaya penyelenggaraan Haji bersama Kementerian Agama dan jajaran pemerintah terkait lainnya,” jelas  Puan. Adapun pelarangan tersebut berdampak pada penyelenggaraan ibadah umroh dan ibadah haji tahun 2021 tertunda atau masih menunggu kebijakan resmi selanjutnya dari Pemerintah Arab Saudi.

Sementara 19 negara lain yang masuk dalam daftar larangan penerimaan kunjungan, yakni, Argentina, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Brasil, Jerman, dan Inggris. Kemudian, Jepang, Italia, Pakistan, Irlandia, Portugal, Turki, Afrika Selatan, Swedia, Swiss, Prancis, Lebanon, Mesir, dan India. Kebijakan ini diberlakukan menyusul semakin tingginya angka kasus Covid-19 di Arab Saudi yang mencapai 310 kasus dengan empat orang meninggal pada 2 Februari 2021 lalu. Meskipun demikian, dalam kesempatan berbeda Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Oman Fathurahman menjelaskan pihaknya sudah menetapkan skenario Haji 2021. Mulai skenario Haji berjalan dengan kuota normal, haji dengan kuota dibatasi, hingga skenario terburuk, yaitu tidak ada haji seperti periode 2020. []


Like it? Share with your friends!

0
admin

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *