TANGERANG, bantenhariini.com – Kelurahan Kenanga, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, tercatat warganya paling banyak memiliki Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Ini diketahui dari usulan bedah rumah yang dilakukan Badan Kesewadayaan Masyarakat (BKM) Karya Kenanga tahun 2017.
Sebanyak 83 unit rumah di Kenanga yang tidak layak huni. Sementara dari 10 kelurahan lainnya di Kecamatan Cipondoh usulan bedah rumahnya rata-rata di bawah angka tersebut. Bahkan ada satu kelurahan yakni Cipondoh Indah tidak ada usulan bedah rumah.
Koordinator BKM Karya Kenanga Supriyanto mengatakan, banyaknya usulan bedah rumah di Kenanga tahun ini lantaran beberapa tahun sebelumnya wilayah ini selalu sedikit mendapat jatah bedah rumah. Padahal rumah warga yang tidak layak huni di sini banyak. “Jadi kami terus mengusulkan supaya di wilayah ini mendapatkan sesuai datanya,” kata Supriyanto kepada bantenhariini.com, Selasa (28/8/2017).
Supriyanto mengungkapkan, wilayahnya terus mendapat paling banyak usulan bedah rumah dalam 3 tahun belakangan. Anggaran untuk bedah rumah bagi warga kurang mampu ini berasal dari APBD Kota Tangerang. Sedangkan sebelumnya dikucurkan dari APBN.
Ia menerangkan, dari usulan sebanyak 83 unit rumah tidak layak huni, sampai Agustus ini yang terbangun baru 27 unit. Pihaknya optimistis untuk unit yang belum bisa selesai di tahun ini juga. Apalagi dalam program bedah rumah ini banyak mendapat dukungan dari warga.
Marinah (30), warga yang tempat tinggalnya dibedah tahun ini mengatakan, keluarganya sudah menunggu lama untuk bisa dibedah rumahnya lewat program Pemerintah Kota Tangerang. Tetapi akhirnya dapat juga. Menurutnya, ini berkat usulan warga, pengurus RT/RW, kelurahan dan bantuan BKM Kenanga. “Saya berterimakasih kepada mereka dan juga Pemerintah Kota Tangerang,” katanya.
Perempuan yang bekerja sebagai tenaga kebersihan di salah satu perumahan swasta ini tidak pernah bermimpi rumahnya bakal dibedah. Karena bila mengandalkan usaha suami juga tidak bisa. Karena suami yakni Timeng hanya buruh serabutan.
Sarifah (36), warga lainnya yang mendapat jatah bedah rumah mengungkapkan, bahwa rumahnya sudah dalam kondisi memperihatinkan. Seperti dinding yang berasal dari kayu banyak yang bolong dan atap juga banyak bocor. “Kalau musim hujan rumah saya mau rubuh,” kenangnya.
Kini kedua rumah mereka sudah 70 persen dibangun. Pembangunan rumah tersebut dikebut dalam waktu 2 pekan. Diketahui untuk anggaran berdah rumah setiap satu unit dialokasikan Rp 20 juta. Namun dalam prosesnya dibantu warga. Sehingga dana untuk kegiatan pembangunan mencapai lebih dari anggaran yang dialokasikan. Ini karena adanya bantuan dari masyarakat tadi.
Koordinator BKM Kota Tangerang Isak Purwanto mengatakan, dengan adanya bedah rumah yang diprogramkan Pemerintah Kota Tangerang, maka masyarakat kurang mampu sangat terbantu. Di antaranya dapat tinggal di tempat tinggal yang layak huni dan memiliki semangat hidup. “Banyak sekali manfaatnya,” katanya.
Ia mengatakan, program bedah rumah yang digelontorkan Pemkot Tangerang sejak 3 tahun belakangan ini kurang lebih ada 5 ribu unit rumah sudah terbangun. Menurutnya, program ini tidak ujug-ujug, tetapi ada prosesnya. Jadi ini prestasi yang luar biasa. (Setia)
Editor: Wayang

0 Comments