SERANG, bantenhariini.id – Butiran minyak mentah menyebar luas di Pesisir Pantai Lontar, Kabupaten Serang, pada 28 Juli 2019 lalu, menyebabkan rumput laut dan ikan di wilayah tersebut mati.
Ropin, Pengelola Ekowisata Mangrove Jembatan Pelangi di Pantai Lontar, mengungkapkan, sebelumnya ia hanya melihat banyak butiran mengambang di air laut, namun ia tidak mengetahui bahwa itu adalah minyak mentah, karena penasaran ia mengaku datang menghampiri butiran tersebut dan menyentuhnya.
“Itu butiran-butiran kecil kayak kotoran kambing, karena penasaran saya pegang saya ambil terus dipijit ternyata itu minyak mentah,” katanya, Kamis (1/8/2019).
Ia menjelaskan, butiran minyak mentah tersebut menempel di pasir karena terbawa ombak.
“Kena pasang pas surut gumpalan-gumpala itu menempel ke tanah terus kena panas meleleh,” imbuhnya.
Ia mengatakan, dirinya merasa khawatir biota laut di wilayah pantai Lontar mati karena adanya limbah minyak mentah yang menyebar luas di permukaan laut. Namun ia berharap kondisi ini cepat berangsur membaik.
“Kekawatiran saya sih nanti takut banyak yang mati biota laut di sini, dua hari atau tiga hari kemarin di sini (bibir pantai lontar, wisata jembatan pelangi mangrove) banyak ikan yang mati kalau sekarang agak normal, waktu itu gumpalanya cukup banyak,” jelasnya.
Diduga, tumpahan minyak di pesisir pantai Lontar itu berasal dari laut di Karawang akibat kebocoran minyak anjungan Lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).
Ia juga mengaku langsung mengabarkan hal tersebut kepada masyarakat bahwa ada berita soal bocornya kilang minyak di laut Karawang, agar aliran menuju tambak segera ditutup guna tidakemberikan dampak buruk bagi pemilik tambak.
“Ada pemberitaan di televisi telah terjadi kebocoran kilang miyak kan di sekitaran Pulau Jawa. Saya langsung ngasi tau bahwa di laut banyak butiran minyak, langsung di tutup aliran air menuju tambak, jadi tidak berdampak, kalau gak gituh takut kayak yang di Karawang,” ungkapnya.
Berbeda dengan petani rumput laut, yang mengaku dirinya merugi atas terjadinya insiden tersebut, sebab tercemarnya Pantai Lontar menjadi penyebab ia gagal memanen rumput laut.
“Rumput laut mati udah tiga hari kena minyak, saya kurang tahu asal minyak itu dari mana katanya dari Karawang, ada Lima petak, mati semua karena kelewatan (minyak), terkelupas (rumput laut) jadi putih, ada sekitar lima puluh kiloan, kebawa arus (minyak),” tandasnya. (DA)

0 Comments