TANGERANG, bantenhariini.com-Kartu ATM Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Non Penerima Keluarga Harapan (PKH) di Pinang Kota Tangerang banyak yang diblokir. Ini diketahui saat warga non PKH mau memanfaatkan kartu tersebut di tempat edisi agen pencairan sembako di Kelurahan Panunggangan Utara, Pinang, Kota Tangerang, Kamis (26/10/2017).

Kendati kartu diblokir namun warga tetap diberikan bantuan yang berasal dari program Kementerian Sosial itu. Bantuan itu berupa beras sebanyak 18 kilogram (kg), minyak goreng 2 kg dan gula pasir 2 kg. Kendati ada kendala warga yang mendapat bantuan merasa senang.
Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Pinang Mumu Rohimu mengatakan, diblokirnya kartu ATM BPNT karena kerap dimanfaatkan menggesek ke ATM bank. Padahal kartu itu tidak bisa mengeluarkan uang tunai. “Mereka biasanya mencoba-coba gesek ATM ini,” katanya di sela kegiatan pencairan bantuan BPNT non PKH di Panunggangan Utara, Pinang, Kota Tangerang, Kamis (26/10/2017).
Ia mengatakan, yang memanfaatkan kartu tersebut digesek ke ATM bank biasanya anak atau cucu pemilik kartu. Karena orangtuanya atau neneknya tidak mungkin melakukan itu. Tetapi karena didorong-dorong anak atau cucunya itu untuk bisa mengambil uang tunai dari ATM.
Di Kecamatan Pinang warga yang tercatat mendapat BPNT sekitar 4.325. Sementara yang teraktivitasi ada 3 ribuan.Kasi Kemasyarakatan Kelurahan Panunggangan Utara Asyim mengatakan, di wilayahnya warga yang mendapat bantuan sebanyak 432 orang. Bantuan yang didapat saat ini merupakan tahap pertama. “Sebelumnya warga mendapat beras raskin,” katanya.
Mumun, 63, warga penerima BPNT di Panunggangan Utara merasa senang mendapatkan bantuan. Menurutnya, bantuan yang diberikan saat ini kualitasnya lebih bagus. (setia)
Foto : Warga Penerima Non PKH dalam kegiatan pencairan bantuan BPNT non PKH di Panunggangan Utara, Pinang, Kota Tangerang, Kamis (26/10/2017).
0 Comments