TANGERANG, bantenhariini.id – Anggota DPR RI Rano Karno mengajak kader PDI Perjuangan di Kabupaten Tangerang bermain angklung. Kegiatan itu merupakan salah satu bagian dari Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, untuk menambah kecintaan kader terhadap budaya Nasional. “Acara sosialisasi empat pilar ini mungkin sedikit berbeda. Karena kali ini mengkombinasikan sosialisasi dengan pertunjukan kebudayaan. Hari ini saya sengaja mengajak seniman muda yang akan memberikan wawasan kepada kita tentang angklung dan cara memainkannya,” ungkap Rano, saat membuka kegiatan di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang, Selasa (16/3).

Rano menjelaskan, UUD1945 merupakan salah satu pilar kebangsaan. Dalam pasal 32 ayat 1 dan 2 UUD 1945 mengamanatkan kita untuk menghormati, memelihara, serta mamajukan kebudayaan. Rano menyebut Negara memiliki kewajiban memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya. “Maka dapat kita simpulkan bahwa memelihara dan melestarikan kebudayaan termasuk dalam mengamalkan nilai yang ada dalam 4 pilar kebangsaan,” katanya.
Rano juga mengajak kader PDIP untuk mengenang Soekarno sebagai seorang budayawan.Sudah melekat dalam ingatan kita bahwa ia pandai dalam berpidato. “Namun yang tidak kita ketahui bahwa dalam pidato- pidatonya ia sering menyelipkan cerita pewayangan seperti cerita Mahabrata dan Ramayana. Pada masa pembuangan, Soekarno pernah berperan sebagai penulis naskah, menjadi sutradara, melatih, dekorasi panggung untuk pertunjukan teater,” ujar Rano.

Tercatat ada 12 naskah drama yang ditulis Bung Karno di Ende-Flores dan Bengkulu. Bahkan Naskah drama yang berjudul Dokter Syaitan yang ditulis Bung Karno pada1 936, dikabarkan sebagai pementasan yang cukup terkenal kala itu.”Soekarno juga banyak terlibat di dalam perencanaan bangunan milik Negara,” tambah Rano.
Rano menambahkan, Bung Karno telah berpesan kepada kita semua bahwa bangsa Indonesia tidak akan menjadi bangsa yang merdeka dan berdaulat apabila tidak berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. “Mari bersama-sama kita menghormati, merawat, serta memajukan kebudayaan Nasional,” tandasnya. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tangerang Irvansyah bersama pengurus lainnya.

Sementara Ketua DPC PDIP Kabupaten Tangerang, Irvansyah menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada Rano Karno selaku anggota DPR dapil Banten 3 yang telah menghadirkan kesenian dalam kegiatannya di Kantor Partai PDIP. “Luar biasa, kegiatan sosialisasi kali ini berbeda, karena menampilkan kesenian musik tradisional. Biasanya aktifitas kader-kader PDIP lebih banyak melakukan kerja-kerja politik, kerja kerakyatan, namun kali ini kader-kader PDIP diajak untuk meramaikan ruang publik dengan seni budaya.”katanya yang juga mantan Anggota DPR RI.
Lebih lanjut Irvansyah mengatakan bahwa sesuai dengan misi PDIP bahwa PDIP harus menjadi alat perjuangan guna membentuk dan membangun karakter bangsa berdasarkan Pancasila 1 Juni 1945, oleh karenanya setiap kader sudah seharusnya di dalam setiap aktifitas Partai selalu menghadirkan politik berkebudayaan. “PDI Perjuangan terus menegaskan komitmennya untuk meletakkan konstruksi pembangunan politik dengan mengedepankan kebudayaan nasional.”jelasnya. (Rina Mulya)

0 Comments