Jangan dibuang! Ada potensi cuan dari minyak jelantah


JAKARTA, Bantenhariini – Minyak goreng merupakan komoditas penting bagi masyarakat. Sebagai produsen sawit terbesar di dunia, Indonesia masih secara dominan memproduksi minyak goreng sawit, mengingat tingginya permintaan masyarakat. 

Tingginya tingkat konsumsi minyak goreng sawit menghasilkan limbah minyak goreng bekas pakai atau minyak jelantah yang besar pula. Apabila tidak dikelola dengan baik, minyak jelantah dapat memicu sejumlah dampak negatif bagi lingkungan, seperti penyumbatan saluran air (drainase) yang berpotensi menjadi tempat bertumbuhnya bakteri.

Selain itu, minyak bekas pakai dapat terbawa aliran sungai, berakhir di laut, dan pada akhirnya menyebabkan pencemaran. Jika dibuang ke tanah, minyak akan menggumpal dan menutup pori-pori tanah, sehingga tanah mengeras dan tidak mampu melakukan penguraian secara optimal.

Pada tahun 2020, ditemukan fakta bahwa lebih dari 525.000 liter potensi minyak jelantah terbuang setiap bulannya di Jakarta. Untuk mengantisipasi dampak-dampak negatif tersebut, diperlukan cara mengelola limbah menjadi barang bermanfaat. salah satunya adalah biodiesel. 

Biodiesel merupakan bahan bakar yang diperuntukkan bagi kendaraan bermesin diesel, terdiri atas campuran mono-alkyl ester dari rantai panjang asam lemak yang dapat diperoleh dari sumber terbaharui, salah satunya minyak sawit maupun minyak jelantah.

“Melalui Beli Jelantah, kami telah berhasil mengumpulkan lebih dari 180.000 liter minyak jelantah yang berasal dari ratusan hotel, restoran, dan industri makanan, serta dari ribuan masyarakat di Jakarta, Depok, Bekasi, dan Tangerang untuk selanjutnya diberikan kepada perusahaan biodiesel mitra yang bersertifikasi International Sustainability & Carbon Certification (ISCC),” kata CEO Beli Jelantah, Faris Razanah Zharfan, Jakarta, Kamis (18/11/2021).

Melalui Beli Jelantah, wirausaha sosial yang menghubungkan para pemilik minyak jelantah dengan perusahan biodiesel. Para pemilik minyak jelantah dapat mengumpulkan minimal 10 liter minyak dan menghubungi tim Beli Jelantah untuk datang dan membeli minyak tersebut dengan harga Rp2.000 hingga Rp4.000 per liternya. 

Kemudian, Beli Jelantah akan memberikan minyak yang telah dibeli kepada perusahaan biodiesel tersertifikasi untuk selanjutnya diolah. Hal ini diharapkan dapat menekan jumlah limbah akibat minyak jelantah dan menjadi pendapatan alternatif bagi masyarakat. (red) 

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *