TANGERANG, bantenhariini.com – Peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Banten masih mengeluhkan rumah sakit yang bermitra dengan BPJS Kesehatan lantaran ditolak layanan kesehatannya.
Hal itu terungkap saat kegiatan advokasi dan sosialisasi pembiayaan kesehatan BPJS Kesehatan di Kota Tangerang.
Kasi Pembiayaan pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten Rostina mengatakan, tidak boleh satu rumah sakit pun yang menolak pasien BPJS Kesehatan.
Bila rumah sakit yang dituju itu penuh maka rumah sakit tersebut harus mencarikan buat si pasien.
“Jangan ada pasien yang roadshow cari rumah sakit,” katanya, Sabtu (21/7/2018).
Ia mengatakan, rumah sakit yang bermitra BPJS Kesehatan selalu over kapasitas. Menurutnya, Banten memang masih kekurangan rumah sakit.
Sebab itu, puskesmas bisa diperkuat fungsinya dijadikan rawat inap.
Pihaknya juga berharap Pemerintah Provinsi Banten bisa membangun rumah sakit lagi untuk pasien BPJS Kesehatan.
Sementara dari 115 rumah sakit di Banten yang sudah bermitra dengan BPJS Kesehatan baru 81 rumah sakit.
Kepala Cabang BPJS Kesehatan Tangerang Elfanetti mengatakan, pihaknya harus berulang-ulang menyosialisasikan BPJS Kesehatan.
Karena masih ada yang belum mengetahui hak dan kewajibannya.
“Mereka sering mengaku kebingungan dalam soal pelayanan,” katanya.
Kata dia, untuk kepesertaan BPJS Kesehatan bagi warga Kota Tangerang sudah mencapai 96 persen.
Sedangkan Tangsel 69 persen. Bagi warga Kota Tangerang bila daftar BPJS langsung jadi. Karena warga Kota Tangerang mayoritas peserta JKN-KIS.
Mereka juga cukup mendaftar dengan KTP dan kartu Keluarga. Sedangkan bagi warga Tangsel harus menunggu aktif 14 hari.
Sementara itu, anggota DPR RI Marinus Gea menyambut positif adanya kegiatan advokasi dan sosialisasi BPJS Kesehatan. Menurutnya, hal ini bisa menyadarkan tentang pentingnya kesehatan.
Politisi PDI Perjuangan ini menilai kalau dulu masyarakat memanfatkan calo untuk mengurus kepentingannya, seperti soal kesehatan.
Karena sekarang era digital maka masyarakat harus mengurus sendiri.
“Ini lebih bagus karena lebih cepat,” katanya.(setia)

0 Comments