Insentif Pemkot Jadi Harapan Guru Honorer


TANGERANG,bantenhariini.com-Ribuan guru honorer di Kota Tangerang kebutuhan hidupnya masih menggantungkan dari pemasukan insentif pemerintah setempat. Sementara insentif diterima setiap 3 bulan sekali.
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Tangerang Jamaludin mengatakan, masih ada guru honorer di sekolah swasta yang digaji di bawah Rp 500 ribu per bulan. Karena itu mereka sangat mengharapkan insentif dari pemerintah cepat cair. “Kadang saya ditelpon salah satu guru honorer itu kapan insentif turun,” katanya, saat mengisi Coffe Morning dengan tema Meneropong Kalaeidoskop Program Pendidikan 2017 di Tangerang di Kampus UNIS, Babakan, Kota Tangerang, Rabu (6/12/2017).
Ia mengatakan, bahwa insentif tidak hanya diharapkan tetapi sangat membantu para guru honorer. Apalagi angka nominal insentif lumayan besar ketimbang gajinya. Memang insentif hanya diterima 3 bulan sekali.
Menurutnya, guru honorer di sekolah negeri dan swasta saat ini jumlahnya ribuan. Pemerintah Kota Tangerang menggelontorkan anggaran untuk pendidikan sekitar Rp 107 miliar. Anggaran itu untuk infrastruktur pendidikan, kesejahteraan para guru dan termasuk ribuan guru honorer. PGRI Kota Tangerang juga mendorong para guru untuk terus meningkatkan kompetensi. Sehingga tidak hanya menuntut tetapi juga perlu meningkatkan kualitas.
Sementara itu, Rektor UNIS Mustafa Kamil mengatakan, PGRI dan Pemerintah Kota Tangerang harus mengatasi anak yang drop out (DO) atau putus sekolah. Karena sampai saat ini masih ada saja anak yang putus sekolah di Tangerang. “Ini harus menjadi perhatian serius,” katanya.
Ia menegaskan, pemerintah setempat perlu meningkatkan kompetensi para guru. Mereka harus didorong melakukan riset dan karya-karya ilmiah. UNIS siap membantu dalam pengembangan kompetensi guru supaya lebih berkualitas.(setia)

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *