LEBAK, bantenhariini.com – Sekitar 2.000 warga Baduy mulai turun gunung untuk melakukan perjalanan Seba ke Pemkab Lebak dan Pemprov Banten hari ini. Warga Baduy Dalam sudah melakukan perjalanan kaki sejak pukul 4:00 pagi tadi, sementara Baduy luar masih mempersiapkan sekaligus pengecekan barang atau hasil bumi yang akan dibawa sebagai persembahan Seba.
Kepala Desa Kanekes Jaro Saija mengatakan, Seba merupakan wujud syukur dengan bertemu dengan ‘Bapa Gede’ dengan membawa hasil bumi. “Seba merupakan acara silaturahmi dengan Bapa Gede. Kalau di Lebak, bupati, kalau di Serang, itu kepada gubernur,” ujar Jaro Saija.
Saija menjelaskan, keberangkatan peserta akan dibagi dua. Baduy Dalam mengikuti Seba dengan berjalan kaki, sedangkan Baduy Luar naik angkutan. Suku Baduy menyerahkan Hasil kebun dan sawah yang dipetik Mulai dari pisang, gula aren, hingga tales.
Hari ini mereka mengumpulkannya di kediaman Kepala Desa Kanekes, Jaro Saija, yang berada dekat pintu masuk objek wisata Baduy, Kadu Ketug, Ciboleger, Kanekes, Leuwidamar. “Baduy Luar yang mengenakan baju adat hitam-hitam dan ikat kepala biru selanjutnya bertolak naik angkutan umum dari terminal Ciboleger. Sementara orang-orang Baduy Dalam dengan baju dan ikat kepala putih tetap berangkat jalan kaki”.
Saija menghimbau kepada warganya untuk tertib dan tidak keluar dari rangkaian acara yang sudah disiapkan oleh panitia penyelenggara. “Kita adalah tamu jadi harus menjaga sikap sopan santun. Ritual adat ini semoga bisa berjalan dengan lancar dengan melewati beberapa rute perjalanan mulai dari Lebak, Pandeglang hingga Serang,” ungkapnya. (Anda)

0 Comments