SERANG, bantenhariini.com – Untuk mendukung target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara pada 2019 mendatang, Kementerian Pariwisata menetapkan beberapa daerah di Indonesia sebagai Kawasan Strategis Prioritas Nasional (KSPN) termasuk Tanjung Lesung, Banten. Sejumlah persiapan dari sisi promosi, pemasaran dan kesiapan SDM untuk kawasan Tanjung Lesung terus dimatangkan oleh Kementerian Pariwisata, Pemprov Banten dan Pemda Pandeglang, salah satunya dengan melakukan bimbingan teknis kepada pelaku kepariwisataan.
Tim Litbang Kemenpar RI Priya FM menjelaskan, destinasi pariwisata di Indonesia yang potensial memiliki banyak peluang untuk bisa dijadikan sebagai kawasan wisata unggulan yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Tanjung Lesung di Pandeglang Banten dengan lokasi strategisnya, potensi bahari serta alamnya bisa dikembangkan secara maksimal salah satunya melalui SDM yang professional. “Kita bangun Brand Awareness atau kesadaran masyarakat terkait dengan potensi Tanjung Lesung dengan cara mengenalkan kepada publik. Serta komponen pendukung pariwista seperti infrastruktur, aksesibilitas, konektivitas manajemen pariwisata sangat penting dilakukan dengan terintegrasi,” kata Priya saat menjadi nasarumber Pada Kegiatan Bimbingan Teknis Analisa Destinasi Tanjung Lesung di Serang, Jumat (16/6).
Menurut Priya, meningkatnya destinasi dan investasi pariwisata, menjadikan sektor pariwisata sebagai faktor kunci dalam pendapatan ekspor, penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha dan infrastruktur. Kegiatan itu diharapkan da[at mengembangkan destinasi dan industri pariwisata yang berdaya saing dan berkelanjutan serta mampu mendorong pembangunan daerah harus dibarengi dengan kemampuan melihat karakteristik pasar wisatawan. ”Untuk bisa mengoptimalkan nilai ekonomi dan dampak destinasi wisata bagi masyarakat, pelaku usaha dan daerah harus dibangun koordinasi yang baik seperti membangun kepastian bisnis dan manajemen pariwisata yang tepat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Provinsi Banten Eneng Nurcahyati mengatakan, Bimbingan Teknis Analisa Destinasi Tanjung Lesung bisa dijadikan oleh peserta sebagai langkah untuk mengkonsep destinasi wisata dan potensi yang dimiliki oleh Tanjung Lesung sehingga bisa dikelola dengan optimal. “Bimtek ini diharapkan bisa mengidentifikasi potensi Tanjung Lesung yang bisa diangkat untuk dikenalkan kepada masyarakat dengan karakteristiknya. Pelaku pariwisata di Banten juga bisa memiliki semangat dalam menggerakan destinasi wisata yang ada disekitar Tanjung Lesung sehingga kawasannya bisa terkoneksi dan dikenal secara menyeluruh,” ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, Eneng menghimbau kepada pelaku pariwisata untuk bisa mengetahui bagaimana cara mengelola destinasi yang baik dan menarik serta bisa aktif dan responsive dalam mendukung pertumbuhan destinasi wisata khususnya Tanjung Lesung dengan mengemas kegiatan pariwisata yang kreatif. Kehadiran Generasi Pesona Indonesia Banten pun bisa mendukung dalam mempromosikan kawasan Tanjung Lesung melalui digitalisasi sosial media. “Bisa saling berbagi foto dan caption destinasi kepada sahabat Genpi untuk bisa diviralkan di Media sosial sehingga informasi terkait destinasi maupun kegiatan kepariwisataan dapat secara cepat dikonsumsi publik,” kata Eneng. (Anda)

0 Comments