Fokal IMM Pandeglang Nilai PBB Lamban Atasi Konflik Rohingya


PANDEGLANG, bantenhariini.com – Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (FOKAL IMM) Kabupaten Pandeglang menilai Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) lamban dalam mengatasi konflik Rohingya. Kewenangan badan dunia itu seharusnya difokuskan untuk mengatasi persoalan kemanusiaan, sebab jika tidak ada tindakan tegas bisa menimbulkan konflik antar negara.

Hal itu diungkapkan Ketua FOKAL IMM  Yogi Iskandar menyikapi konflik etnis Rohingya. Menurut aktivis yang pernah  mewakili Indonesia di Forum Pemuda Internasional tentang perdamaian di Sookmyung Woman University, Korea Selatan, Agustus 2015 lalu itu ada beberapa hal yang kelak bisa dilakukan oleh United Nation (UN) sebagai sanksi terhadap negara pembantai seperti Myanmar.

“PBB memiliki UN Security Council atau Dewan Keamanan PBB, yaitu salah satu dari enam lembaga penting di PBB. Lembaga tersebut memiliki kewenangan meminta seluruh negara anggota PBB, untuk memutuskan hubungan ekonomi, serta laut, udara, pos, komunikasi radio, atau hubungan diplomatik, mengapa tidak segera dilakukan? Jelas ini karena PBB lamban mengatasi konflik Rohingya,” jelas Yogi, Selasa (5/9/2017).

Menurut  Relawan Demokrasi Provinsi Banten itu, situasi konflik yang terjadi di Rohingya mengancam perdamaian dunia. Terlebih pembantaian yang dilakukan di Myanmar ada sangkut pautnya dengan agama. Dari kondisi tersebut FOKAL IMM meminta PBB bergerak cepat sebagaimana lembaga internasional yang professional.

“Konflik Rohingya juga bukan lagi masalah nasional bagi Myanmar, namun sudah menjadi konflik pemicu keamanan internasional. Janganlah PBB hanya melakukan seremonial diskusi dan kampanye perdamaian dunia saja, namun buktikan bahwa PBB bisa melindungi kaum tertindas,” ujar Yogi.

PBB juga diharapkan melakukan upaya, yang berorientasi kepada penyelamatan manusia. Karena jika hanya meredam saja tidak cukup.Secara psikologis etnis Rohingya pasti mengalami stress akibat ketakutan, keterasingan, bahkan dihantui oleh kematian.

“Terutama anak-anak dan perempuan etnis Rohingya, pasti mereka mengalami gangguan psikis, jadi PBB jangan hanya berupaya untuk meredam konflik. Tapi pastikan korban mendapat asupan nutrisi secara mental juga,” pungkasnya. (Pupu)

Editor: Wayang

 

 

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *