TANGERANG, bantenhariini.com – Kaos menjadi media bagi Eto untuk mengangkat budaya Betawi. Sekaligus oleh remaja bernama lengkap Septo Erik Hidayatullah ini dijadikan pundi-pundi mencari rezeki.
Candaan sehari-hari bahasa Betawi ia tuangkan di kaos dalam kata-kata. Dilengkapi ilustrasi gambar-gambar yang jenaka namun penuh makna.
Seperti gambar oplet Si Doel dengan tulisan ‘nguber target’. Gambar orang sedang di bengkel dengan tulisan ‘blepotan oli’. Kemudian tulisan ‘ngayab ke bulan’ dengan latar gambar motor Vespa dan bulan. Ada juga kaos dengan gambar bis yang bertuliskan ‘plesiran’.
Remaja berusia 22 tahun ini memproduksi kaos distro otomotif ala Betawi. Dengan brand Betot yang merupakan akronim dari kata Betawi Otomotif. Produksi kaos betot dilakukan mulai awal 2018.
Pembuatannya dibantu teman-teman Eto. Lokasi pembuatan memanfaatkan rumah Eto di Jalan KUD RT 03/05 nomor 55, Kelurahan Sudimara Jaya, Ciledug, Kota Tangerang.
Motivasi Eto memproduksi kaos betot ingin budaya Betawi terutama bahasanya tetap dikenal anak-anak muda seusianya. Baginya jangan kehilangan jati diri sebagai orang Betawi. “Brand betot ini setidaknya untuk membetot konsumen remaja,” katanya, kepada Bantenhariini.com, Jumat (11/5/2018).
Ternyata peminat kaos distro betot-nya telah diminati banyak remaja dari luar daerah. Di antaranya dari Surabaya. Dia memesan baju yang bertuliskan nguber target dan tulisan demen keluyuran. Pembeli tersebut mengetahui Eto berjualan kaos dari internet. Namun ketika memesan langsung datang ke rumah Eto di Ciledug.
Eto yang dikenal ramah dan juga aktif sebagai ‘santri kalong‘ di Majlis Taklim dan Dzikir Alkhodhiriyyah ini sebenarnya telah lama memproduksi kaos serupa. Namun dengan brand Betawi Boys. Bahkan kaos dengan brand tersebut telah ikut pameran di mana-mana. Seperti di Setu Babakan Jakarta dan Festival Cisadane di Kota Tangerang. Tulisan dalam kaos yang dijual seperti tulisan ‘lagi kolokan’, ‘rada angot’, ‘jangan ada gedeg di antara kita’, dan ‘bangga jadi orang Tangerang’.(setia)


0 Comments