DPUPR Kota Tangerang Optimalkan Kualitas Jalan Lewat Inovasi Teknologi


TANGERANG, bantenhariini.com – Pembangunan merupakan hal sangat penting dan menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan suatu wilayah. Infrastruktur jalan merupakan sarana dan prasarana yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Setiap aktivitas masyarakat tidak lepas dari jalan, misalnya untuk akses ke sekolah, ke rumah sakit, ke puskesmas, dan akses ke tempat lainnya.

Bila pembangunan jalan yang ada semakin baik dan cepat maka secara langsung maupun tidak langsung semakin meningkat pula kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut.

Untuk itu pembangunan infrastruktur masih menjadi fokus utama Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang di tahun 2018. Tidak hanya fokus untuk pembangunan, Pemkot Tangerang khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tangerang juga berupaya mengoptimalkan kualitas jalan agar lebih baik dengan melakukan inovasi teknologi pembangunan dan perbaikan jalan.

Salah satu pembangunan infrastruktur jalan yang menjadi perhatian Pemkot Tangerang adalah peningkatan Jalan Benteng Betawi yang berada di Kecamatan Tangerang.Jalan Benteng Betawi merupakan ruas jalan yang menjadi akses menuju Stasiun Batuceper dan Terminal Poris. Jalan Benteng Betawi memiliki panjang 817 meter dan lebar 7 meter.

Kasi Pembangunan Jalan pada DPUPR Kota Tangerang Muhammad Ihsan menceritakan, kondisi sebelum dilakukan peningkatan Jalan Benteng Betawi merupakan jalan dengan perkerasan tipe beton. Struktur jalan ini mengalami pergeseran slab atau jalan betonnya karena pergerakan tanah di bawahnya. “Akibat pergerakan tanah ini, terjadi retakan yang terjadi di slab dan di beberapa titik terdapat celah yang cukup lebar, yang membahayakan bagi pengguna jalan,” katanya saat ditemui bantenhariini.com, Jumat (12/10/2018).

Ia mengatakan, penanganan konvensional yang biasanya dilakukan terkait rehabilitasi slab yang mengalami keretakan yakni dengan membongkar seluruh struktur jalan beton, memperkuat kembali pondasi tanah yang di bawahnya dan merekonstruksi struktur jalan beton. Teknik rehabilitasi konvensional ini mempunyai kekurangan pada efisiensi rehabilitasi, kerumitan pelaksanaan, waktu dan proses dekonstruksi jalan.

Jadi, kata Ihsan, inovasi teknologi perbaikan jalan telah dilakukan di Jalan Benteng Betawi, yaitu dengan menggunakan material Asphalt Geogrid. Asphalt Geogrid berfungsi untuk menahan retakan sampai ke permukaan. Asphalt Geogrid terbuat dari polyester bermodulus tinggi dan dilapisi dengan bitumen untuk mencapai ikatan yang baik dengan aspal. Satu sisi lainnya memiliki non woven ultra-ringan, juga dilapisi dengan bitumen. Non woven ini menyederhanakan instalasi dan memastikan ikatan untuk menerima kekuatan tarik dan mendistribusikannya secara merata di area yang luas.

Menurutnya, beberapa keunggulan dari penggunaan Asphalt Geogrid pada aplikasi jalan raya adalah memperpanjang usia layanan aspal dibandingkan dengan tanpa menggunakan geosintetik, mencegah retakan yang timbul dari lapisan bawah aspal bukan disebabkan oleh penurunan tanah dasar (subgrade).

Sebelumnya tahun 2017 telah dilakukan uji coba untuk penggunaan material Asphalt Geogrid di ruas Jalan Sangego Selatan dalam skala kecil sebagai pilot project. Hasil uji coba Asphalt Geogrid menunjukan bahwa kehandalan material ini dalam mengatasi keretakan pada beton naik ke permukaan jalan cukup berhasil. Sehingga diharapkan di tahun mendatang, tipe aspal alternatif ini dapat mengatasi problematika rehabilitasi keretakan pada base course tanpa membongkar pada perkerasan jalan. (ADV)

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *