Ditegur Menteri Agama Perihal Asrama Haji, PJ Gubernur Banten : Saya Instruksikan OPD Monitor


SERANG, Bantenhariini.id – Penjabat (Pj) Gubernur Banten, Al Muktabar menanggapi teguran halus Menteri Agama (Menag) RI, Yaqut Cholil Qoumas yang menyoroti pembangunan pondokan bagi calon jemaah haji yang berlokasi di Cipondoh, Kota Tangerang.

Al-Muktabar mengatakan telah mengintruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait penyelesaian sarana dan prasarana khususnya akses jalan dan masjid Asrama Haji Banten.

“Inikan harus dipelajari dimana kita bisa ikut terlibat. Kaena ini kewenangan di Kementerian agama, namun kaena ini untuk warga Banten dan ada di Banten, maka kita harus ikut terlibat aktif. Saya akan ikut monitor,” jelas Al-Muktabar, Rabu (31/5).

Dikatakan Muktabar, pihaknya dalam waktu dekat ini segera berkoodinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.

“Makannya kita diskusi dengan pak Menteri (Yaqut) terkait dengan itu (arsama haji). Beberapa hal teknis nanti kita bahas (bersama OPD terkait dan Pemkot Tangerang), karena itu pembahasan teknis,” kata Muktabar usai mendampingi Menag RI Yaqut Cholil Qoumas saat monitoring sistem seleksi elektronik ujian masuk perguruan tinggi keagamaan islam negeri (SSE UMPTKIN) tahun 2023 di Kampus UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten (SMHB), Selasa (30/5/2023).

Diketahui, pembangunan asrama haji yang berada di Jalan KH Hasyim Ashari, Kelurahan Cipondoh, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, belum dilengkapi fasilitas pendukung seperti akses jalan dan masjid.

Sebagai informasi, sejak menjadi provinsi pada 4 Oktober 2000, Banten belum memiliki asrama haji sendiri.

Hingga saat ini, masyarakat Banten yang akan berangkat dan pulang dari ibadah haji harus menggunakan asrama haji di Pondok Gede, Jakarta Timur.

Sebelumnya, Menag RI Yaqut Cholil Qoumas langsung menegur Pj Gubernur Banten terkait penyelesaian asrama haji milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tersebut.

“Namanya (Pj Gubernur Banten)
sudah mencerminkan prestasinya dia itu orang yang terhormat, yang terkenal, begitu kira-kira. Akan lebih terkenal lagi, kalau jalan asrama haji segera selesai masjid juga selesai dan pasti lebih terhormat,” kata Yaqut.

Yaqut juga menilai, nama yang diberikan oleh orang tua Pj Gubernur Banten kira mengandung doa dan harapan. Namun, doa yang paling dekat terwujud yakni menyelesaikan pembangunan asrama haji Banten sehingga dapat digunakan dan dimanfaatkan masyarakat.

“Doanya begitu kira kira doa yang paling dekat diwujudkan masjid di asrama haji dan jalan menuju asrama haji,” ujarnya. []

Comments

comments


0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *