TANGERANG, bantenhariini.com – Wisata alam atau eco wisata di Provinsi Banten dinilai cukup potensial untuk bisa dikelola menjadi destinasi wisata unggulan. Hutan raya yang meliputi hutan rakyat, hutan lindung, dan hutan produktif bisa menjadi kawasan wisata strategis berdasarkan aspek kehutanan dengan pengelolaan yang optimal dan memiliki daya tarik. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati, saat Rapat Koordinasi Pengelolaan Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) di Cibinong, Tangerang, Selasa (18/4).
Eneng menjelaskan, koordinasi dan kerjasama antar instansi terkait diperlukan untuk mengembangkan tempat wisata. Pihaknya sedang melakukan penyusunan roadmap pengembangan, pengawasan dan pengelolaan taman hutan raya dari sisi wisata, ekologi, budaya dan sosial. “Kita sedang mempertimbangkan sektor yang mudah, murah dan cepat menghasilkan devisa dari penyerapan tenaga kerja dengan membangun pertumbuhan ekonomi yang didukung oleh sarana dan prasarana yang baik. Pelaku pariwisata juga dituntut mampu mengidentifikasi masalah yang dapat menghambat perkembangan obyek wisata dengan melakukan survei lokasi sehingga bisa ditangani secara cepat dan serius,” kata Eneng.
Mengelola destinasi wisata menurut Eneng, dibutuhkan sinergi antar pmerintah, komunitas pengelola, serta instansi terkait. Eneng berharap, masyarakat dengan rasa kepeduliannya menjaga lingkungan agar tetap lestari merupakan bentuk kesadaran wajib dilakukan dengan memperhatikan kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekitar. “Pengelola taman hutan raya juga harus mencatat data pengunjung, berapa lama pengunjung menikmati obyek wisata dan apa yang disukai pengunjung sehingga bisa dijadikan evaluasi. Obyek wisata alam bisa dikreasikan dengan maksimal sebagai tempat rekreasi sekaligus edukasi sesuai dengan kaidah atau aturan kepariwisataan,” ujar Eneng.
Untuk menciptakan destinasi yang menarik, Eneng juga menghimbau untuk menerapkan 3A yaitu Atraksi, Amenitas dan Aksesibilitas. “Menciptakan kreasi daya tarik untuk dokumentasi wisatawan seperti ikon tempat berfoto ditambah dengan sarana dan prasarana yang mendukung seperti toilet, mushola dan lainnya. Dengan memperhatikan kebersihan serta informasi yang menjembatani wisatawan terkait tempat wisata dan produk wisata,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi Pariwisat Dinas Pariwisata Provinsi Banten Paundra Bayyu Ajie menjelaskan, roadmap yang dihasilkan akan mematangkan pelaksanaan alih data pengelolaan Tahura yang tadinya oleh provinsi beralih ke kabupten dan kota,” katanya.
Kepala Balai Pengelolaan Tahura Pandeglang Banten Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Banten Ena suhana mengatakan, pihaknya siap bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Provinsi Banten untuk membangun destinasi wisata alam Tahura. “Apapun yang mereka perlukan seperti data mengenai Tahura akan kami siapkan karena sama-sama ingin membangun potensi yang ada,” katanya.
Dikatakan Ena, pada dasarnya Tahura merupakan tempat penelitian, pendidikan dan mengoleksi tumbuhan dan satwa bahkan diperbolehkan melakukan penangkaran yang berkaitan dengan alam. Namun karena sekarang sudah menjadi salah satu tujuan wisata tentu harus dibangun kerjasama dalam pengelolaannya salah satunya menjalin sinergitas dengan Dinas pariwisata provinsi, kabupaten kota dan pelaku industri pariwisata. (*/Anda)

0 Comments